Pasien Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 RS Unismuh Gowa

Pasien Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 RS Unismuh Gowa

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 02 Apr 2026 18:00 WIB
RS Unismuh Makassar di Gowa lokasi pasien diduga lompat dari gedung lantai 5.
Foto: RS Unismuh Makassar di Gowa lokasi pasien diduga lompat dari gedung lantai 5. (Dok. Istimewa)
Gowa -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pasien pria berinisial BS (29) tewas usai diduga lompat dari lantai 5 RS Unismuh, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemeriksaan sementara, korban diduga mengakhiri hidupnya akibat depresi gegara sakit tak kunjung sembuh.

Korban ditemukan tewas di halaman parkir Depo Bangunan yang berdampingan dengan RS Unismuh, Jalan Tun Abdul Razak, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 04.30 Wita. Istri korban berinisial RI awalnya kaget melihat darah berceceran di tempat tidur pasien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diduga darah yang mengalir keluar dari selang infus. Sehingga saksi (RI) kaget dan membangunkan saksi lain dan keluar dari kamar," ujar Panit Reskrim Polsek Somba Opu, Ipda Iskandar dalam keterangannya, Kamis (2/4).

RI bersama saksi lainnya yakni adik dan mertua korban lalu melihat jendela kamar pasien dalam keadaan terbuka. Mereka kemudian melihat korban sudah terkapar di halaman parkir toko bangunan.

ADVERTISEMENT

"Saksi melihat jendela terbuka dan melihat ke bawah kemudian melihat almarhum sudah tergeletak dengan posisi tengkurap diduga lompat dari Lantai 5," kata Iskandar.

Menurut keterangan saksi, lanjut Iskandar, almarhum sebelumnya sempat mengalami halusinasi, sesak napas dan merasa cemas. Almarhum diketahui didiagnosis menderita tipus dan mengalami demam tinggi.

"Almarhum sudah sakit sekitar 3 minggu dan sebelumnya pernah dirawat di RS Yapika dan pada saat istirahat sering mengigau dan riwayat pernah terkena penyakit malaria pada saat merantau di Papua," katanya.

Setelah dirawat di RS Yapika, korban sempat dipulang ke rumahnya. Namun, almarhum kembali dibawa ke RS Muhammadiyah karena mengalami demam tinggi pada 28 Maret 2026.

"Pada hari Rabu 1 April sekitar 20.00 Wita, saksi menjelaskan bahwa Almarhum melepas paksa jarum infus yang terpasang di tangannya dan memberontak ingin pulang," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, almarhum diketahui mengalami sejumlah luka usai diduga lompat. Korban mengalami luka lebam pada perut sebelah kanan, memar pada paha kanan, luka robek di bagian dahi, serta luka gores dan lecet pada wajah dan bagian depan tubuhnya.

Sementara itu, pihak RS Unismuh turut membenarkan adanya insiden tersebut. Namun pihak RS memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih lanjut karena kasus telah ditangani aparat kepolisian.

"Untuk informasi saat ini yang bisa kami berikan adalah memang terjadi suatu kejadian di lingkungan rumah sakit," ujar Humas RS Unismuh, Sitti Harfiani kepada detikSulsel, Kamis (2/4).

Sementara terkait kronologi dan proses lebih lanjut, kata Sitti, saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian. Pihak rumah sakit, kata dia, telah memberikan penanganan dan pelayanan sesuai dengan SOP yang berlaku.

"Terkait kronologi dan proses lebih lanjut, saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian. Rumah sakit telah memberikan penanganan dan pelayanan sesuai dengan SOP yang berlaku. Kami menghormati proses yang sedang berjalan serta privasi pasien dan keluarga," katanya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads