Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menargetkan imunisasi kepada 5.787 anak untuk menekan zero dose. Upaya ini akan diperkuat melalui pendekatan berbasis data, integrasi layanan, serta kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional Tingkat Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026). Husniah menyebut langkah penting realisasi program tersebut harus dimulai dari data yang akurat.
"Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Tanpa basis data yang presisi, kebijakan tidak akan tepat sasaran," kata Husniah dalam keterangannya, Kamis (2/4)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husniah mengatakan penanganan zero dose melalui imunisasi merupakan strategi jangka panjang untuk menekan risiko penyakit menular dan gangguan tumbuh kembang anak. Sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan layanan imunisasi yang ditargetkan tersebut.
Ia pun mendorong penguatan peran kecamatan, desa, serta kelurahan untuk menjalankan fungsi pemantauan wilayah. Sementara kader posyandu dan PKK akan menjadi penggerak untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait imunisasi.
"Penurunan zero dose adalah kerja sistemik. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten agar capaian kesehatan anak dapat meningkat secara terukur," tuturnya.
Husniah juga menekankan transformasi pola layanan kesehatan agar tidak lagi bergantung pada kedatangan masyarakat. Ia meminta tenaga kesehatan di Puskesmas dan posyandu melakukan jemput bola, terutama pada kelompok rentan di wilayah dengan akses terbatas.
"Layanan tidak boleh bersifat pasif. Puskesmas dan tenaga kesehatan perlu mengubah pola kerja menjadi proaktif dengan menjangkau langsung sasaran di lapangan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman menyebut pihaknya menargetkan imunisasi terhadap 5.787 anak di Gowa. Program tersebut dijalankan bertahap mulai Selasa (7/4) dan masuk proses monitoring nasional hingga Kamis (9/4).
"Target kita 5.787 anak, dengan capaian awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu," ujarnya.
Abdul Haris menyebut tantangan utama realisasi target tersebut terjadi pada persepsi sebagian orang tua terhadap imunisasi. Meski demikian, ia menyebut pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi untuk melakukan penjangkauan dan edukasi agar program tersebut dapat berjalan optimal.
"Penjangkauan dilakukan secara aktif hingga ke wilayah (yang) sulit diakses guna memastikan seluruh sasaran by name by address dapat ditemukan dan dilayani secara efektif," tutupnya.
(hmw/sar)











































