Suasana dini hari di kawasan permukiman Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tiba-tiba mencekam ketika warga sedang tertidur lelap. Keheningan pecah saat kebakaran menghanguskan deretan ruko hingga mengakibatkan 11 orang termasuk balita tewas terjebak.
Kebakaran maut itu terjadi di Jalan Sulawesi, Wamena, Jayawijaya, Selasa (31/3) sekitar pukul 00.40 WIT. Kejadian bermula saat api mendadak muncul dari salah satu ruko hingga menjalar ke bangunan lain.
"Berdasarkan keterangan saksi, sebagian korban diketahui tengah tertidur saat kebakaran terjadi," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang terjaga kemudian membangunkan penghuni ruko. Para penghuni berusaha menyelamatkan diri melalui bagian belakang bangunan dan dibantu warga sekitar.
Mereka terpaksa merusak teralis ruko serta keluar menggunakan tangga bantuan dari warga. Personel pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian turun ke lokasi kejadian sekitar pukul 00.50 WIT.
"Personel Regu Siaga Polres Jayawijaya bersama tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta upaya penyelamatan warga," tuturnya.
Api dengan cepat merambat ke bangunan lain di tengah proses evakuasi yang berlangsung dramatis. Kebakaran baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.40 WIT.
Cahyo melanjutkan, petugas kemudian mengevakuasi korban dan menemukan 11 orang termasuk seorang balita dalam kondisi meninggal dunia. Sebagian besar korban tewas ditemukan masih berada di lantai dua bangunan.
"Seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wamena untuk dilakukan visum et repertum maupun autopsi guna kepentingan penyelidikan. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan," jelas Cahyo.
Kesebelas korban tewas adalah Aji Arman (50), Aqila Almira (7), Aji Hasma (40), Saldi (29), Haji Faisal (41), Mirnawati (36), Haji Semma (60), Amira (15), Khaerani (10), Malika (7), dan Najiha (2). Sejumlah warga lain juga dilaporkan berhasil selamat meski luka-luka.
"Peristiwa tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 4 unit ruko dilaporkan hangus terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 8 hingga Rp 10 miliar," ucap Cahyo.
Aparat kepolisian masih melakukan pendataan, olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait dalam penanganan pascakebakaran.
"Polda Papua mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan instalasi listrik sesuai standar dan tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam kondisi menyala tanpa pengawasan," jelasnya.
Kebakaran Ruko Diduga Dipicu Korsleting
Kebakaran ruko berujung maut di Jayawijaya diduga dipicu korsleting. (dok. Humas Polda Papua) |
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara menjelaskan, korban tewas ditemukan secara bertahap dalam ruko. Sebagian besar korban meninggal karena keracunan asap karena terjebak kebakaran.
"Kobaran api yang agresif membuat para penghuni tidak sempat menyelamatkan diri, terutama karena kejadian berlangsung saat sebagian besar korban tengah terlelap," kata Agung.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran maut tersebut. Namun dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik di salah satu ruko.
"Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil olah TKP dan rekaman CCTV, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik," jelasnya.
Polres Jayawijaya menyampaikan belasungkawa atas kebakaran yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Agung mengaku sejumlah korban luka juga masih dirawat di rumah sakit.
"Selain korban meninggal, sekitar 4 hingga 5 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Saat ini masih menjalani perawatan intensif," pungkas Agung.
Simak Video "Video Polisi Sebut Bos Terra Drone Lalai Sebabkan Kebakaran Maut: Tak Ada SOP"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)












































