Renungan Harian Katolik Kamis 26 Maret 2026: Kematian Bukanlah Titik

Renungan Harian Katolik Kamis 26 Maret 2026: Kematian Bukanlah Titik

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 26 Mar 2026 07:00 WIB
Renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Kematian kerap dipandang sebagai akhir dari segalanya yakni sebuah titik yang menutup seluruh perjalanan hidup manusia. Namun dalam terang iman, kematian justru bukanlah penutup, melainkan sebuah jeda yang mengantar kita pada kehidupan yang baru dan kekal bersama Allah.

Renungan Harian Katolik Kamis, ini mengajak kita untuk memandang kematian dengan cara yang berbeda: bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai bagian dari rencana keselamatan Tuhan. Melalui wafat dan kebangkitan Kristus, kita diingatkan bahwa hidup tidak berhenti di dunia ini

Renungan hari ini mengambil tema "Kematian Bukanlah Titik, melainkan Koma bagi Orang Percaya" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Ign Hardjo Subroto Lilik. Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Kamis, 26 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan
  3. Teks doa penutup.

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Maret 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kej 17:3-9

Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:

"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Mazmur Tanggapan: Mzm 105:4-5,6-7,8-9

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,

hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!

Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak;

Bacaan Injil: Yoh 8:51-59

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Renungan Hari Ini: Kematian Bukanlah Titik, melainkan Koma bagi Orang Percaya

"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." (Yoh. 8:51)

Saat itu sebuah stadion besar penuh sesak dengan ribuan orang berteriak menuntut kematian seorang kakek berusia 86 tahun. Orang itu adalah Polikarpus, Uskup Gereja Smirna.

Ia dikenal karena keteguhannya melawan ajaran sesat saat itu. Dia ditangkap, diikat pada tiang dan diancam akan dibakar agar menyangkal imannya.

Di hadapannya, gubernur Romawi itu memberikan pilihan terakhir: "Hujatlah Kristus, maka kamu akan kubebaskan." Dari tiang pembakaran, dengan wajah tenang, Polikarpus menjawab, "Delapan puluh enam tahun aku telah melayani-Nya dan Ia tidak pernah berbuat salah kepadaku.

Bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku yang telah menyelamatkanku?" Ia dibakar, namun api tidak menghanguskannya, sehingga algojo menikamnya dengan belati. Maut yang mencoba mengintimidasi Polikarpus dengan rasa sakit dan api telah gagal.

Polikarpus tidak melihat maut sebagai sesuatu yang menakutkan. Firman yang ia turuti dan tekuni memberinya kekuatan dalam menghadapi ketakutan akan kematian. Seperti janji Yesus, mata rohani Polikarpus melihat pesta perjamuan yang sudah menantinya daripada kengerian api di tengah stadion itu.

Inilah yang dimaksud Yesus, Polikarpus tidak mengalami maut, tapi ia mengalami kepulangan. Karena ia menuruti firman-Nya, maut tidak punya kuasa untuk menakutinya lagi.

Yesus tidak menjanjikan bahwa tubuh fisik kita tidak akan menua dan mati. Setiap manusia akan mengalami kematian fisik seperti juga Abraham dan para nabi. Namun, Yesus tidak membicarakan tentang maut yang menyebabkan kematian fisik.

Tidak mengalami maut yang dimaksud Yesus adalah jiwa kita tidak akan binasa atau terpisah dari kasih Allah. Bagi orang yang memegang teguh firman-Nya, kematian jasmani tidak lagi dianggap sebagai maut yang mengerikan, melainkan transisi menuju kesempurnaan hidup bersama Allah. Inilah penyebab kemarahan orang Yahudi (Yoh. 8:52).

Mereka berpikir secara horizontal, yaitu kematian secara biologis. Sedangkan Yesus berbicara secara vertikal, yaitu secara spiritual, kehidupan kekal yang tidak bisa dikalahkan oleh maut.

Seperti dikatakan-Nya: .... selama-lamanya.

Kematian bukanlah titik, melainkan koma bagi orang percaya dan memegang teguh firman-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, kami bersyukur atas janji-Mu yang meneguhkan, bahwa barang siapa menuruti firman-Mu ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Tanamkanlah firman-Mu dalam-dalam di hati kami. Berikanlah kami kekuatan dan kesetiaan untuk melakukannya dalam setiap langkah hidup kami. Biarlah damai sejahtera-Mu yang meraja di hati kami. Bersama-Mu kematian hanyalah pintu menuju kehidupan kekal. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Kamis, 26 Maret 2026. Tuhan memberkati kita!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads