Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan empat destinasi wisata alam di daerahnya terpantau ramai pengunjung di masa libur lebaran1447 H. Andi Rahim sendiri mengunjungi salah satu dari empat lokasi wisata tersebut.
"Ini hari pertama pasca lebaran, saya lagi kunjungi tempat wisata di Luwu Utara dan alhamdulillah semuanya ramai," kata Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim kepada detikSulsel, Minggu (22/3/2025).
Andi Rahim menyebut lonjakan pengunjung tersebut disebabkan panjangnya libur lebaran dan cuti bersama. Empat destinasi wisata tersebut antara lain pemandian Sungai Masamba, permandian air panas Pincara, bendungan Sungai Tamboke dan Pantai Seta-Seta Tanalili.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mengintruksikan kepada para pengelola wisata untuk menciptakan rasa aman dan bahagia kepada setiap pengunjung yang datang," jelasnya.
Bupati Andi Abdullah Rahim saat mengunjungi Sungai Balebo, Luwu Utara. Dokumen Istimewa |
Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah menyiapkan mitigasi bencana di lokasi wisata. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan pengunjung.
"Tindakan pencegahan dan penanganan masalah kebencanaan di tempat-tempat rekreasi atau tempat-tempat wisata di Luwu Utara perlu kita lakukan dengan melibatkan semua stakeholder secara terpadu, terkoordinir, dan update," sambungnya.
Andi Rahim menyebut banyaknya pengunjung lokasi wisata mendorong peningkatan Penghasilan Asli Daerah (PAD). Dia mengatakan wisatawan didominasi oleh masyarakat Lutra dan beberapa warga lain di Luwu Raya.
"Saat kunjungan, saya temui banyak warga kita. Tapi warga lainnya dari Luwu Timur, Palopo dan Luwu juga banyak," bebernya.
Dia pun lantas berharap agar destinasi wisata Lutra terus ramai dikunjungi pada setiap momentum liburan. Menurutnya, hal tersebut dapat tercapai apabila fasilitas wisata dan rasa aman terus terjaga.
"Alhamdulillah, seminggu yang lalu teman-teman UPT Pariwisata telah mengumpulkan seluruh petugas ODTW dan diberikan pembekalan agar tetap siap dan siaga dalam menyambut libur hari raya Idulfitri, termasuk membuat imbauan tertulis," ungkapnya.
"Namun poin penting juga yakni terkait dengan tindakan pencegahan dan penanganan dalam rangka menciptakan iklim pariwisata yang aman, bahagia dan kondusif adalah pengelola wajib memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi layak," tutupnya.
(hmw/sar)












































