Transaksi ekonomi selama periode Ramadan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat drastis dengan menembus Rp 19 milliar. Peningkatan ini didukung oleh banyaknya aktivitas di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga sektor jasa.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan laporan tersebut diterima pihaknya per Minggu (22/3/2026). Dia pun optimis pertumbuhan tersebut akan memacu geliat ekonomi kerakyatan semakin tumbuh untuk bulan-bulan berikutnya.
"Selama Ramadan, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan. Ini berdampak langsung pada naiknya perputaran uang di masyarakat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia kemudian menyinggung nilai THR di Luwu Utara yang mencapai Rp 32 miliar. Dia mengaku telah meminta para ASN agar membelanjakan THR itu di Luwu Utara.
"THR nilainya mencapai Rp 32 milliar, dan persentase uang yang berputar di Luwu Utara sendiri sebanyak 60%," katanya.
Andi Rahim menyebut salah satu penunjang besar dalam perputaran uang tersebut yakni THR cair tepat waktu. Menurutnya, THR ASN terbayarkan pada 10 hari terakhir Ramadan.
"Pencairan THR mempengaruhi kenaikan belanja masyarakat, ditambah lagi dengan surat edaran yang Pemda buat agar THR dibelanjakan di dalam Kabupaten Luwu Utara agar uang tersebut bisa kembali berputar di Kabupaten Luwu Utara," jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan naiknya tingkat perputaran uang masyarakat dipicu bertepatannya musim panen tambak ikan dengan bulan suci Ramadan. Selain tambak, panen padi, durian dan beberapa produk pertanian lainnya turut beriringan.
"Ramadan kemarin bertepatan dengan musim panen perikanan dan pertanian, terus panen durian, panen sawit, panen gabah yang harganya lagi baik dan panen petani sedang naik volumenya jadi daya beli masyarakat juga ada," ungkapnya.
Andi Rahim menambahkan, pertumbuhan juga dipicu oleh Pemda Lutra yang memberdayakan UMKM melalui inovasi kampung Ramadan. Dia menjelaskan, segala jenis takjil ada disana sehingga mampu menarik daya beli masyarakat.
"Pemda juga membuat sebuah inovasi yaitu adanya kampung Ramadan, dimana semua jenis makanan takjil dijual di sini, sehingga mengundang antusias masyarakat untuk berbelanja," bebernya.
"Nah hal ini menunjukkan geliat ekonomi kerakyatan semakin tumbuh selama bulan suci. Namun tentunya Pemda berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, tidak hanya Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. Dengan meningkatnya perputaran uang dan aktivitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat diharapkan ikut meningkat," tutup Andi Rahim.
(hmw/sar)











































