Takbiran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Waktu Pelaksanaan dan Bacaannya

Takbiran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Waktu Pelaksanaan dan Bacaannya

Puspita Dian Sukmawati Zuhri - detikSulsel
Kamis, 19 Mar 2026 06:07 WIB
Ilustrasi takbiran Idul Fitri
Ilustrasi takbiran (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Gema takbir yang dilantunkan pada malam menjelang hingga hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, menjadi salah satu tradisi keagamaan umat Islam. Mengingat Idul Fitri 2026 akan segera tiba, tidak sedikit yang mulai mencari tahu bacaan maupun jadwal pelaksanaan takbiran Idul Fitri 2026.

Umat Islam biasanya menggemakan takbiran Idul Fitri secara bersama-sama, baik di masjid, maupun saat berkumpul di rumah. Takbir yang dilantunkan tersebut merupakan cara mengekspresikan rasa syukur umat Islam sekaligus wujud pengagungan atas kebesaran Allah SWT.

Dalam artikel ini, detikSulsel menyajikan informasi lengkap mengenai takbiran Idul Fitri 2026, mulai dari waktu pelaksanaan dan bacaannya. Yuk, simak dan amalkan!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu Pelaksanaan Takbiran Idul Fitri 2026

Penentuan waktu pelaksanaan takbiran Idul Fitri di Indonesia bisa berbeda karena adanya potensi perbedaan penetapan 1 Syawal oleh pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Berikut informasi mengenai waktu pelaksanaan takbiran Idul Fitri 2026 menurut Muhammadiyah juga prediksi pemerintah dan NU:

ADVERTISEMENT

Waktu Pelaksanaan Takbiran Idul Fitri 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menentukan Lebaran Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Dengan demikian, takbiran Idul Fitri 2026 versi Muhammadiyah akan dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026.

Penetapan jadwal takbiran Idul Fitri 2026 oleh Muhammadiyah dilakukan lebih awal dibandingkan dengan pemerintah dan NU. Hal ini terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki kontemporer KHGT yang mengacu pada perhitungan astronomi dalam menentukan 1 Syawal 1447 H.

Waktu Pelaksanaan Takbiran Idul Fitri 2026 Versi NU

Mengacu pada kalender Almanak NU, 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan hari Sabtu, 21 Maret 2026. Oleh karena itu, takbiran Idul Fitri 2026 versi NU diperkirakan akan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun, kepastian takbiran Idul Fitri 2026 tetap menunggu hasil rukyah 1 Syawal yang diumumkan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Selain itu, keputusan juga menunggu hasil dari sidang isbat yang digelar oleh pemerintah.

Waktu Pelaksanaan Takbiran Idul Fitri 2026 Versi Pemerintah

Lebaran Idul Fitri 2026 menurut prediksi pemerintah bertepatan dengan hari Sabtu, 21 Maret 2026. Ketetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dengan demikian, takbiran Idul Fitri 2026 diperkirakan berlangsung pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Namun, jadwal tersebut masih berupa prediksi sebab pemerintah baru akan menentukan 1 Syawal 1447 H secara resmi melalui sidang isbat.

Mengutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, sidang isbat 1 Syawal 1447 H akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026 pukul 16.00 Wib. Sidang isbat akan disiarkan secara langsung melalui televisi serta kanal Youtube Kemenag sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan hasil keputusan sidang isbat.

Malam Takbiran Mulai Jam Berapa?

Mengutip buku "Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan" karya Abu Maryam Kautsar Amru, takbiran Idul Fitri dimulai tepat setelah matahari terbenam atau setelah waktu Magrib di hari terakhir Ramadhan. Hal ini terjadi karena penanggalan Islam mengandalkan sistem qomariyyah atau perhitungan berdasarkan peredaran bulan, sedangkan kalender Masehi menggunakan sistem syamsiyyah atau perhitungan berdasarkan gerakan Matahari.

Oleh karena itu, umat Islam sudah bisa mulai melakukan takbiran ketika waktu berbuka puasa di hari terakhir tiba. Dalil untuk hal ini adalah firman Allah:

نوركشت مكلعلو مكاده ام ىلع الله اوربكتلو ةدعلا اولمكتلو

Artinya: "Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadan), dan hendaklah kamu bertakbir mengagungkan Allah ( اوربكتلو ةدعلا الله ) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Q.s. Al-Baqarah:185)

Ibnu Abbas mengatakan, "Wajib bagi kaum muslimin -apabila mereka telah melihat hilal Syawal- untuk bertakbir, mengagungkan Allah sampai selesai hari raya mereka." (Tafsir Zadul Masir untuk ayat ini)

Sementara itu, takbiran Idul Fitri berakhir setelah sholat Idul Fitri dilaksanakan. Hal ini dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abi Syibah:

"Dari Ibnu Abi Dzi'bin dari Az-Zuhri, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju lapangan pada Idul Fitri. Beliau bertakbir hingga tiba di lapangan dan sampai selesai sholat. Setelah selesai sholat, beliau menghentikan takbir." (HR Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)

Bacaan Takbiran Idul Fitri

Menyambut datangnya Idul Fitri 2026, mengetahui lafal takbiran yang benar menjadi hal yang penting bagi umat Islam untuk menyempurnakan ibadah. Bacaan takbiran Idul Fitri terdiri dari dua, yaitu bacaan takbiran panjang dan bacaan takbiran pendek.

Berikut bacaan takbiran Idul Fitri panjang dan pendek selengkapnya:

Bacaan Takbiran Idul Fitri Panjang

Dilansir dari buku 'Fiqih Praktis I' karya Muhammad Bagir, berikut bacaan teks takbiran Idul Fitri yang panjang lengkap Arab, Latin, dan artinya:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ (3x)

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ ، صَدَقَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaah, wallaahu Akbar, wa lillaahil-hamd. (dibaca 3X)

Allaahu akbar kabiira, wal-hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyyahu, mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiruun. Laa ilaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu, wallaahu akbar.

Artinya: "Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha besar. Segala puji bagi-Nya.

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar."

Bacaan Takbiran Idul Fitri Pendek

Takbir Idul Fitri juga dapat dilantunkan dalam versi singkat, yakni tanpa dilanjutkan dengan lantunan dzikir. Berikut teks takbiran Idul Fitri yang pendek lengkap Arab, Latin, dan artinya:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Arab Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaah, wallaahu Akbar, wa lillaahil-hamd.

Artinya: "Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha besar. Segala puji bagi-Nya."

Nah, demikianlah penjelasan mengenai waktu pelaksanaan dan bacaan takbiran Idul Fitri 2026. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads