Renungan Katolik Jumat, 13 Maret 2026: Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri

Renungan Katolik Jumat, 13 Maret 2026: Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 13 Mar 2026 12:30 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan harian (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk merenungkan Sabda Tuhan dan memperdalam iman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui renungan ini, umat diajak untuk melihat kembali sikap, tindakan, serta relasi dengan Tuhan dan sesama agar semakin selaras dengan ajaran kasih yang diajarkan Yesus.

Renungan hari ini mengangkat tema "Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Verena Istudiyanti Priatmi. Pesan ini mengingatkan umat bahwa kasih kepada sesama merupakan inti dari ajaran Kristiani.

Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Jumat, 13 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 13 Maret 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Hos 14:2-10

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.

Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."

Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.

Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.

Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.

Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.

Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Mazmur Tanggapan: Mzm 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14.17

"Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;

dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela

Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!

Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!

Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.

Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.

Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.

Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.

Bacaan Injil: Mrk 12:28b-34

Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan Hari Ini: Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri

"Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban lainnya." (Mrk. 12:33)

Mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah inti hukum yang diajarkan Yesus. Hukum ini menjadi yang terutama dan berlaku universal. Kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata atau ritual, melainkan nyata dalam cara kita memperlakukan mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan terluka.

Kasih kepada sesama tercermin dalam sikap kita terhadap orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan atau disabilitas.

Di era modern ini, kita sering mendengar nasihat "Jauhi orang toxic yang bikin hidupmu susah, karena bisa memengaruhi fisik dan mentalmu!" Nasihat ini seolah menjadi prinsip hidup yang banyak dipegang, terutama ketika relasi terasa melelahkan dan penuh beban emosional.

Hal serupa dialami oleh Wita, seorang pegawai swasta yang kerap menjadi tempat curhat Della, sahabatnya sejak SMP dan SMA. Della berasal dari keluarga broken home. Ibunya mengalami tekanan berat hingga tidak dapat menjalankan peran sebagai ibu dengan baik, sementara ayahnya sangat sibuk sebagai direktur sebuah perusahaan.

Hampir setiap hari, Della, yang bekerja sebagai karyawati sebuah bank, mencurahkan keluh kesahnya kepada Wita.

Mulai dari persoalan keluarga hingga relasi dengan pacarnya, Dion. Dion memilih berhenti kuliah dan mencoba berwirausaha, sering berganti-ganti usaha, hingga menguras keuangan orang tuanya. Semua ini membuat Della semakin tertekan. Bagi sebagian orang, kondisi seperti ini cukup untuk memberi label 'toxic' dan menjadi alasan untuk menjauh.

Namun, Wita memilih menjadi pendengar yang setia dan berusaha memberi solusi sebisanya. Wita bersyukur atas berbagai kesempatan dan keberuntungan yang ia terima dalam hidup. Lalu tumbuh tekad untuk terus membantu sahabatnya. Ia percaya bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia; kebaikan menular dan mampu menginspirasi sesama.

Pendampingan terhadap mereka yang kurang beruntung, tanpa mengharap balasan akan kebaikan kita, merupakan wujud nyata pelaksanaan hukum kedua yang diajarkan Yesus. Memang, hal ini tidak mudah. Namun, kita dapat memulainya dengan sebuah pertanyaan "Bagaimana jika aku berada di posisinya?" Sehingga, empati bertumbuh dan relasi dimurnikan oleh kasih.

Doa Penutup

Tuhan Yang Maha Baik, terima kasih atas keberuntungan dan kesempatan yang telah kami terima dalam hidup. Kami tahu Engkau pun mengasihi mereka yang tidak beruntung.

Berilah kami kekuatan untuk mendampingi dan mengasihi mereka, sebagaimana kami mengasihi diri kami sendiri. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Jumat, 13 Maret 2026. Tuhan memberkati kita!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads