Renungan Katolik Minggu 8 Maret 2026 Lengkap Bacaan-Mazmur Tanggapan

Renungan Katolik Minggu 8 Maret 2026 Lengkap Bacaan-Mazmur Tanggapan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 08 Mar 2026 07:30 WIB
Worshippers attend Ash Wednesday Mass marking the beginning of Lent at the Catedral de Nuestra Senora de Guadalupe in Ciudad Juarez, Mexico, February 18, 2026. REUTERS/Jose Luis Gonzalez
Ilustrasi misa Katolik (Foto: REUTERS/Jose Luis Gonzalez)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi sarana bagi umat untuk merenungkan Sabda Tuhan yang dibacakan dalam liturgi hari Minggu. Melalui bacaan Kitab Suci dan Mazmur Tanggapan, umat diajak untuk memperdalam iman serta menghidupi pesan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 8 Maret 2026 umat Katolik sudah memasuki masa Prapaskah III. Masa dimana umat diajak untuk semakin memperdalam pertobatan, refleksi diri, dan kedekatan dengan Tuhan.

Renungan hari ini mengangkat tema "Bersungut-sungut" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh A M A Reni Utami. Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Minggu, 8 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 8 Maret 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kel 17:3-7

Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"

Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.

Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Mazmur Tanggapan: Mzm. 95:1-2.6-7.8-9

Mazmur Tanggapan Minggu, 8 Maret 2026Mazmur Tanggapan Minggu, 8 Maret 2026 Foto: Dok. Lagu Misa
  • Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
  • Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
  • Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan II: Rm 5:1-2,5-8

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar?tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati?.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Bait Pengantar Injil: Yoh 4:42.15

Bait pengantar Injil, Minggu 8 Maret 2026Bait pengantar Injil, Minggu 8 Maret 2026 Foto: Dok. Lagu Misa
  • Tuhan, Engkau benar-benar Juruselamat dunia. Berilah aku air hidup, supaya aku tidak haus lagi.

Bacaan Injil: Yoh 4:5-15,19b-26,39a,40-42

Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.

Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."

Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"

Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."

Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."

Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.

Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,

dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Renungan Hari Ini: Bersungut-sungut

Di sana bangsa itu haus akan air. Bangsa itu bersungut-sungut kepada Musa dan berkata, "Mengapa engkau memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami, anak-anak kami dan ternak kami mati kehausan?" (Kel. 17:3)

Bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesir dan dipimpin oleh Musa, mengalami kesulitan yaitu kekurangan air di padang gurun. Meskipun mereka berjalan dalam lindungan dan penyertaan Tuhan melalui tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari, tetapi mereka tetap tidak puas dan tidak percaya akan penyertaan Tuhan saat mengalami kehausan.

Rasa haus membuat mereka menjadi tidak sabar dan menyalahkan Musa yang dianggap tidak bisa menyediakan air bagi mereka. Seolah-olah Musa membawa mereka keluar dari Mesir, bukan untuk menyelamatkan, tapi malah merancang untuk membinasakan mereka.

Saat anak-anak saya masih kecil, saya merasa sangat kerepotan. Tidak memiliki pembantu, membuat saya harus mengurus sendiri semua kebutuhan anak-anak.

Pagi menyiapkan bekal makanan untuk ke sekolah, mengantar jemput sekolah dan kursus. Bahkan malam hari pun harus membantu mereka mengerjakan PR, memeriksa agenda mereka dan menemani belajar saat ada ulangan.

Apalagi jika ujian semester tiba, makin merepotkan karena saya sendiri yang mengajar mereka untuk mempersiapkan semua mata pelajaran ujian. Hal ini membuat saya seringkali bersungut-sungut karena kelelahan dan kehabisan waktu untuk diri sendiri.

Saya melupakan anugerah Tuhan yang terbesar melalui kehadiran anak-anak saya. Seolah-olah dengan kehadiran anak-anak membuat saya terbelenggu dengan rutinitas harian yang tidak ada habis-habisnya dan sangat melelahkan.

Saya sangat bersyukur sekarang anak-anak sudah beranjak dewasa, dan mereka bisa hidup mandiri di luar kota. Kesulitan dan kerepotan yang saya alami di masa lalu membuat saya menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai keluarga saya.

Kesulitan, kelelahan dan keadaan yang tidak sesuai harapan seringkali membuat kita tidak sabar, marah dan bersungut-sungut. Manusia memang tidak ada puasnya. Saat keinginan tidak terpenuhi, dengan mudahnya menyalahkan orang lain, bahkan mempertanyakan di manakah Tuhan saat itu.

Namun, tidak seperti bangsa Israel yang bersungut-sungut di padang gurun, kita diajak belajar mengelola kelelahan, kesulitan dan keluhan dengan mengarahkan hati kepada Tuhan serta mengucap syukur, sebab Tuhan senantiasa hadir dan setia menyertai.

Doa Penutup

Bapa di surga, seringkali kami anak-anak-Mu bersungut-sungut dan meragukan penyertaan-Mu dengan melupakan berkat-berkat-Mu. Beri kami kesabaran dan kekuatan saat kami merasa diuji, agar kami senantiasa mempercayai janji-Mu bahwa rancangan-Mu adalah rancangan terbaik bagi kami. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 8 Maret 2026. Tuhan memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads