Renungan Harian Katolik Selasa 3 Maret 2026: Bertobat dan Belajar Taat

Renungan Harian Katolik Selasa 3 Maret 2026: Bertobat dan Belajar Taat

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 03 Mar 2026 08:30 WIB
Renungan harian Katolik Selasa, 3 Maret 2026
Ilustrasi renungan harian (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan harian Katolik merupakan refleksi singkat atas bacaan Kitab Suci yang dibaca setiap hari dalam liturgi Gereja. Melalui renungan ini, umat diajak untuk merenungkan sabda Tuhan, memahami maknanya dalam kehidupan sehari-hari, serta memperdalam relasi pribadi dengan Allah.

Renungan hari ini mengangkat tema "Bertobat dan Belajar Taat" dikutip dari buku Renugan Tiga Titik yang ditulis oleh Irene J Meiske Widi. Pesan ini mengingatkan umat agar tidak hanya mendengar firman, tetapi juga berani berubah dan setia menjalankan kehendak Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Senin, 3 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Maret 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Yes. 1:10,16-20

Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!

Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN?Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.

Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23

Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,

Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Bacaan Injil: Mat. 23:1-12

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Renungan Hari Ini: Bertobat dan Belajar Taat

Jika kamu taat, kamu akan memakan hasil baik dari negeri ini. (Yes. 1:19)

Di minggu prapaskah kedua ini, Yesaya menyuarakan pertobatan. Bangsa Israel disebutnya seperti orang Sodom dan Gomora, karena telah meninggalkan Allah untuk berpaling pada bangsa dan dewa-dewa asing.

Allah jemu dengan kepura-puraan Israel, yang rajin memberi persembahan, tapi hidupnya penuh kejahatan. Yesaya berseru agar mereka berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik.

Israel harus bertobat! Jika kamu taat, kamu akan memakan hasil yang baik dari negeri ini, demikian nubuat Nabi Yesaya. Pertobatan menjadi titik balik saat kita mau memperbaiki relasi dengan Tuhan.

Lebih dari sekadar menyesal, laku tobat perlu diiringi dengan perubahan hidup. Tidak hanya itu, Tuhan ingin kita selalu taat. Kita bisa belajar taat dari Santa Maria dari Mesir, Maria Aegyptica.

Hidup di abad ke-4, Maria bekerja di Aleksandria, Mesir, sebagai pelacur. Suatu hari di Pesta Salib Suci, ia datang ke Yerusalem dan mencoba memasuki Gereja Makam Kudus, tempat Relikui Salib Suci ditahtakan.

Kekuatan tak terlihat menghalanginya masuk ke gereja. Sadar dirinya bergelimang dosa, Maria menyesali hidupnya.

Ia berdoa dan bersumpah akan menebus dosanya. Ia akan meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi pertapa di padang gurun.

Setelah berdoa, Maria berhasil masuk ke dalam gereja. Saat berlutut hadapan relikui Salib Suci, ia mendengar bisikan suara: "Jika engkau menyeberangi sungai Yordan, engkau akan menjalani sisa hidupmu dalam kemuliaan."

Maria taat melakukannya. Selama hampir 50 tahun, ia bertapa di padang gurun sisi timur sungai Yordan, hidup dalam keheningan dan doa. Makanannya hanyalah daun dan buah yang jatuh ke tangannya.

Menjelang akhir hidupnya, Maria Aegyptica bertemu biarawan bernama Sozimus (kelak menjadi Santo) dan berkesempatan menerima Komuni Kudus. Setahun kemudian, saat Sozimus kembali ke tempat yang sama sesuai janjinya, ia menemukan Maria sudah tidak bernyawa.

Tubuhnya yang sudah lama meninggal itu tetap utuh dan memancarkan harum semerbak. Kisah ini bermuara pada satu pertanyaan: Maukah kita bertobat dan berbalik setia pada Tuhan? Maukah kita selalu taat?

Kisah ini bermuara pada satu pertanyaan: Maukah kita bertobat dan berbalik setia pada Tuhan? Maukah kita selalu taat?

Doa Penutup

Allah yang penuh kasih, Engkau senantiasa menunggu kami yang bertobat, untuk kembali pada-Mu. Hanya dengan rahmat dan kekuatan dari-Mu saja, kami dapat berjuang untuk taat mengikuti kehendak dan rencana-Mu. Sertailah setiap langkah kami, Tuhan; agar hingga akhir hidup ini, kami dapat selalu menjadi anak-Mu yang setia. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Selasa, 3 Maret 2026. Semoga bermanfaat!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads