Waktu Imsak Wilayah Polewali Mandar dan Sekitarnya Hari Ini, 2 Maret 2026

Waktu Imsak Wilayah Polewali Mandar dan Sekitarnya Hari Ini, 2 Maret 2026

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 01 Mar 2026 23:40 WIB
Jadwal imsak wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya pada Senin, 2 Maret 2026.
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/Choreograph)
Polewali Mandar -

Waktu imsak penting diketahui agar dapat menyelesaikan sahur sebelum tiba waktu Subuh. Sebagai pedoman, berikut jadwal imsak wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin, 2 Maret 2026.

Diketahui, imsak merupakan pembatas agar umat Islam sudah bersiap-siap membersihkan diri dan menyudahi aktivitas makan dan minum. Jadwal imsak sendiri umumnya berbeda-beda setiap harinya.

Jadwal Imsak Polewali Mandar dan Sekitarnya

Melansir laman resmi Bimas Islam Kementerian Agama, waktu imsak wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya hari Senin, 2 Maret 2026, jatuh pada pukul 04.45 Wita. Berikut rincian lengkapnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Imsak: 04.45 Wita
  • Subuh: 04.55 Wita
  • Dhuha: 06.34 Wita
  • Dzuhur: 12.18 Wita
  • Asar: 15.25 Wita
  • Maghrib: 18.23 Wita
  • Isya: 19.32 Wita

Hadits tentang Sunnah Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bahkan disebutkan sebelumnya bahwa umat Islam yang hendak berpuasa dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu.

Dirangkum dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan mengenai anjuran dan keutamaan sahur:

ADVERTISEMENT

1. Anjuran Sahur

Umat Islam yang hendak berpuasa sangat dianjurkan untuk makan sahur karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan. Anjuran tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: "Nabi bersabda, "Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah." (HR Bukhari Nomor 1789)

Salah satu keberkahan sahur yakni memberikan energi dalam mengerjakan ibadah puasa. Artinya, energi tersebut membuat seseorang tidak merasa keberatan dan dapat mengurangi rasa lelah ketika menjalankan ibadah puasa maupun ibadah lainnya.

2. Keutamaan Mengakhirkan Sahur

Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW ketika menjalankan ibadah puasa adalah mengakhirkan sahur. Pasalnya, mengakhirkan waktu sahur dapat membuat energi seseorang yang berpuasa tetap terjaga.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَخَّرَا فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِ هِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ فصَلَّى قُلْنَا لِأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِ هِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

Artinya: "Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat." Kami bertanya kepada Anas, "Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan sholat?" Anas bin Malik menjawab, "Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat." (HR Bukhari, nomor 547)

3. Sahur Menjadi Pembeda dengan Ahlul Kitab

Para ahli kitab terdahulu menjalankan ibadah puasa sesuai keyakinan mereka, yakni tidak melaksanakan sahur. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan sahur sebagai pembeda dengan orang-orang sebelum mereka ketika berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: "Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim, nomor 1836)




(urw/urw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads