Ular Piton 3 Meter di Selayar Dibunuh Pakai Tombak Saat Mangsa Ayam

Ular Piton 3 Meter di Selayar Dibunuh Pakai Tombak Saat Mangsa Ayam

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Rabu, 25 Feb 2026 11:00 WIB
Warga membunuh ular piton 3 meter di Selayar usai memangsa ayam dalam kandang.
Foto: Warga membunuh ular piton 3 meter di Selayar usai memangsa ayam dalam kandang. (dok. Istimewa)
Selayar -

Seekor ular piton dengan panjang sekitar 3 meter di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kepergok warga sedang melilit ayam di dalam kandang. Ular tersebut pun langsung dibunuh oleh warga sekitar menggunakan tombak dan kayu.

"Ternyata sampai di sana ada ular di dalam kandang melilit itu ayam," ujar warga Dusun Jenekikki, Muhammad Nasir kepada detikSulsel, Selasa (24/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Jenekikki, Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene, Selasa (24/2) sekitar pukul 00.30 Wita. Saat itu pemilik rumah mendengar suara gaduh dari arah kandang ayam yang berada tepat di samping rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian tetangga telepon dia bilang ke rumah dulu karena ada bunyi ayam di dalam kandang ribut, beterbangan apa (ayam) toh," kata Nasir.

Mendengar kabar tersebut, Nasir bersama warga lainnya langsung mendatangi lokasi untuk memeriksa keadaan. Mereka mendapati ular piton tersebut sedang dalam posisi melilit ayam ternak.

ADVERTISEMENT

"Langsung ditombak sama teman-teman di situ itu ular," ungkapnya.

Nasir menyebut ular tersebut awalnya tidak langsung mati setelah ditusuk menggunakan tombak. Warga kemudian memukul predator tersebut menggunakan kayu hingga dipastikan tidak bernyawa.

"Belum mati total, tapi setelah ditombak langsung dikasih mati pakai kayu," bebernya.

Dia mengungkapkan warga terpaksa membunuh ular tersebut karena merasa khawatir akan keselamatan ternak lainnya. Warga juga menaruh kecurigaan bahwa ular sejenis pernah memangsa ternak kambing milik warga beberapa waktu lalu.

"Dua pekan lalu kayaknya ada anak kambing hilang di kandang, dicurigai juga ular yang makan," paparnya.

Kini warga Dusun Jenekikki diimbau untuk lebih waspada karena ancaman ular yang masuk ke permukiman warga secara tiba-tiba. Kondisi cuaca setelah hujan dinilai menjadi waktu rawan munculnya hewan melata tersebut di lingkungan setempat.

"Jaga-jaga juga warga karena kalau musim habis hujan begini biasa ada muncul ular," pungkasnya.




(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads