Pria 94 Tahun Hilang 5 Hari di Hutan Mateng Ditemukan Tewas di Jurang

Sulawesi Barat

Pria 94 Tahun Hilang 5 Hari di Hutan Mateng Ditemukan Tewas di Jurang

Hafis Hamdan - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB
Tim SAR mengevakuasi jasad pria lansia yang jatuh di jurang di Mamuju Tengah.
Foto: Tim SAR mengevakuasi jasad pria lansia yang jatuh di jurang di Mamuju Tengah. (Dok. Istimewa)
Mamuju Tengah -

Pria lanjut usia (lansia) berinisial NS (94) di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan tewas terjatuh ke dalam jurang di area hutan. Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang selama 5 hari.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi jatuh ke dalam jurang," ujar Kepala Kantor Basarnas Mamuju Mahmud Afandi kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Jasad korban ditemukan di kawasan hutan Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Mateng pada Selasa (24/2) sekitar pukul 15.00 Wita. Korban ditemukan di hari keempat pencarian oleh tim SAR gabungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban sebelumnya dilaporkan hilang 5 hari lalu. Saat itu korban keluar rumah dengan alasan mau ke rumah tetangga mandi, tapi sampai jam 6 sore tidak kembali," terangnya.

ADVERTISEMENT

Warga desa sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke tim SAR dan personel BPBD setempat.

Selanjutnya tim SAR gabungan menyisir area perkebunan hingga sungai. Korban baru ditemukan sekitar 450 meter dari titik terakhir dilaporkan hilang.

"Dalam pelaksanaan operasi, tim didukung sejumlah peralatan utama seperti 1 unit rescue truck personel, 1 unit aqua eye, 1 unit rubber boat, 1 unit under water searching device, 1 unit thermal drone, serta peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi," bebernya.

Mahmud mengatakan jasad korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam pencarian.

"Dengan ditutupnya operasi ini, diharapkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga lanjut usia yang beraktivitas di area hutan maupun wilayah dengan kontur terjal, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," imbuhnya.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads