Doa Ramadhan Hari ke-6: Memohon Dijauhkan dari Murka dan Siksa Allah

Doa Ramadhan Hari ke-6: Memohon Dijauhkan dari Murka dan Siksa Allah

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 05:23 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa. (Foto: Freepik)
Makassar -

Bulan Ramadhan sudah memasuki hari ke-6. Bulan istimewa ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca doa harian Ramadhan yang dianjurkan.

Doa Ramadhan hari ke-6 berisi permohonan agar dijauhkan dari murka dan siksa Allah SWT. Makna yang terkandung dalam doa ini mengajarkan umat Islam agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat yang dapat mendatangkan kemurkaan-Nya.

Lantas, bagaimana bacaan doa Ramadhan hari ke-6? Berikut ini bacaann lengkapnya dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Ramadhan Hari ke-6

Berikut ini bacaan doa Ramadhan hari ke-6 dilansir dari buku 'Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan' oleh Nurhayati MA.

اللَّهُمَّ لَا تَخْذُلْنِي فِيهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ ، وَلَا تَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنكَ وَآيَادِيكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

ADVERTISEMENT

Arab Latin: Allahumma lâ takhdzulnî fihi lita'arrudhi ma'shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.

Artinya: Ya Allah, jangan hinakan daku di dalamnya karena perlakuan maksiat pada-Mu, jangan siksa daku, jauhkan daku di dalamnya dari keharusan murka-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu wahai Puncak keinginan orang-orang yang berharap.

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-6

Dunikil dari laman Universitas Al-Azhar Indonesia, setiap hari dalam bulan ramadhan memiliki keutamaan tersendiri.

Berikut ini keutamaan puasa Ramadhan hari ke-6 sebagaimana diambil dari Kitab shahih yang telah di "Tahqiq", yaitu kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah yang di tulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi:

"Allah SWT akan memberikan seratus ribu kota di surga Darus Salam, di setiap kota terdapat seratus perkampungan, di setiap perkampungan terdapat seratus ribu rumah, di setiap rumah terdapat seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang. Setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta, di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan."

Tingkatan Orang yang Berpuasa

Setelah mengetahui doa Ramadhan hari keempat dan keutamaannya, sebagai umat Islam penting juga untuk memahami tingkatan dalam berpuasa. Imam Al-Ghazali menjelaskan, terdapat tiga tingkatan orang puasa di bulan Ramadhan.

Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, "Berapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." (HR Ibnu Majah No 1690)," sambatnya.

Berikut penjelasan tiga tingkatan orang yang berpuasa sebagaimana termaktub dalam Kitab Ihya `Ulumuddin:

1. Puasa Orang Umum

Tingkatan pertama adalah kebanyakan orang yang sekadar menahan perut (dari makan dan minum) dan kemaluan dari dorongan syahwat atau keinginan berjimak. Tingkatan ini merupakan puasanya kelas awam.

2. Puasa Orang Khusus

Tingkatan kedua adalah orang ketika berpuasa juga menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari berbagai dosa. Tingkatan ini masuk golongan kelas istimewa.

3. Puasa Khusus Al-Khusus (Super Khusus)

Tingkatan yang terakhir yaitu puasanya hati dari hasrat dunia, pikiran tentang dunia, dan menahan diri dari apa pun selain Allah SWT. Tingkatan ini merangkumi puasa di atas dan disempurnakan dengan puasa hati dari semua keinginan lahir dan batin. Menurut Imam Al-Ghazali, Inilah tingkatan puasa paling istimewa.

Demikianlah penjelasan bacaan doa harian serta keutamaan hari ke-6 Ramadhan. Semoga bermanfaat detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads