Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga mematuhi radius bahaya Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut). Status Gunung Soputan saat ini berada di level II atau waspada.
"Masyarakat di sekitar Gunung Soputan maupun pengunjung/wisatawan/pendaki agar tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari puncak Gunung Soputan dan dalam wilayah sektoral arah barat-barat laut sejauh 2.5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran," tulis PVMBG dalam laporan Pos Pengamatan Gunung Soputan, Senin (23/2/2026).
Dalam laporan disebutkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh pada periode Minggu (22/2) hingga pukul 00.00 Wita. Tingkat aktivitas Gunung Soputan Level II (waspada).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat yang bermukim/beraktivitas di sekitar bantaran sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan juga direkomendasikan agar mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar terutama ketika musim hujan. Beberapa sungai yang perlu diwaspadai di antaranya adalah Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan," jelasnya.
Dari pengamatan instrumental, kegempaan Gunung Soputan didominasi oleh gempa tektonik jauh sebanyak 6 kali. Seismograf juga merekam sebanyak 2 kali gempa vulkanik dangkal.
Sementara berdasarkan data pengamatan visual, gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati alias nihil.
"Cuaca cerah, berawan, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, dan timur laut, dan timur. Suhu udara 18-30 Β°C. Volume curah hujan 4 mm per hari," tutupnya.
(ata/sar)











































