Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Gunung Api Awu di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), berstatus waspada. Gempa vulkanik dangkal tercatat 20 kejadian per hari.
Berdasarkan pengamatan pada periode 15 Februari 2026, Gunung Api Awu umumnya memiliki kondisi cuaca berawan, mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah selatan dengan suhu udara 25-29 °C dan kelembaban udara 64-78%.
"Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10-30 m di atas puncak kawah," tulis laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Awu yang diterima detikcom, Senin (16/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara berdasarkan kondisi gempa vulkanik dangkal tercatat mengalami sebanyak 20 kejadian dengan amplitudo 6-48 mm dan durasi 12-23 detik. Adapun vulkanik dalam mengalami 2 kejadian dengan amplitudo 8-10 mm, S-P:0.5 detik dan durasi 12-15 detik.
"Tektonik jauh. Jumlah 16, Amplitudo 6-48 mm, S-P tidak terbaca, durasi 98-365 detik," tambahnya.
"Tingkat aktivitas Gunung Awu level II (waspada)," tambahnya.
Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Api Awu, maka PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Awu.
"Masyarakat di sekitar Gunung Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas Gunung Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe," tutupnya.
