Doa Makan Sahur Sesuai Sunnah Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Doa Makan Sahur Sesuai Sunnah Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Jumat, 20 Feb 2026 21:30 WIB
Ilustrasi membaca doa sahur sesuai sunnah Nabi SAW.
Foto: Ilustrasi membaca doa sahur. (istock)
Makassar -

Umat Islam yang hendak menjalankan ibadah puasa Ramadhan dianjurkan untuk melaksanakan sahur. Pada pelaksanaannya, terdapat doa yang dapat dipanjatkan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Lantas, seperti apa doa makan sahur sesuai sunnah Rasulullah SAW?

Dilansir dari laman Almanhaj, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk makan sahur meski hanya dengan seteguk air. Hal itu dikarenakan makan sahur memiliki banyak keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:

السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةً فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَجَرِينَ

Artinya: "Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah Azza wa Jalla dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur." (HR Ibnu Abu Syaibah dan Ahmad)

ADVERTISEMENT

Doa Makan Sahur yang Dicontohkan Nabi SAW

Berikut doa makan sahur yang dibaca Rasulullah SAW yang dilansir dari laman Baznas:

يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُتَسَحَّرِينَ

Arab Latin: Yarhamullahul mutasahhirin.

Artinya: "Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."

Selain itu, umat Islam juga dapat membaca doa sebelum makan ketika akan melaksanakan sahur. Adapun doa sebelum makan adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab Latin: Allahumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaabannaar.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang Engkau telah rezekikan kepada kami dan lindungilah kami dari azab neraka."

Doa Setelah Makan Sahur

Setelah menyelesaikan makan sahur, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebagai tanda syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Adapun bacaan doa setelah makan sahur yang disadur dari buku 'Penuntun Doa, Yuk!: Beserta Tata Caranya' oleh Abu Ihsan sebagai berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab Latin: Alhamdulillahilladzii ath-'amanaa wa saqaanaa wa ja'alnaa minal-muslimiin.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan minum kepada kami dan telah menjadikan kami orang muslim."

Niat Sahur Puasa Ramadhan

Selain doa sahur, umat Islam juga kerap membaca niat puasa Ramadhan ketika waktu sahur. Disadur dari laman MUI, niat merupakan salah satu rukun puasa Ramadhan.

Dalam Mazhab Syafii, niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap hari. Adapun waktu melafalkan niat puasa Ramadhan adalah mulai malam hari hingga sebelum terbit fajar atau waktu Subuh.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri Ramadhaana hadzihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala"

Hadits tentang Sunnah Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bahkan disebutkan sebelumnya bahwa umat Islam yang hendak berpuasa dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu.

Dirangkum dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan mengenai anjuran dan keutamaan sahur:

1. Anjuran Sahur

Umat Islam yang hendak berpuasa sangat dianjurkan untuk makan sahur karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan. Anjuran tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: "Nabi bersabda, "Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah." (HR Bukhari Nomor 1789)

Salah satu keberkahan sahur yakni memberikan energi dalam mengerjakan ibadah puasa. Artinya, energi tersebut membuat seseorang tidak merasa keberatan dan dapat mengurangi rasa lelah ketika menjalankan ibadah puasa maupun ibadah lainnya.

2. Keutamaan Mengakhirkan Sahur

Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW ketika menjalankan ibadah puasa adalah mengakhirkan sahur. Pasalnya, mengakhirkan waktu sahur dapat membuat energi seseorang yang berpuasa tetap terjaga.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَخَّرَا فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِ هِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ فصَلَّى قُلْنَا لِأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِ هِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

Artinya: "Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat." Kami bertanya kepada Anas, "Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan sholat?" Anas bin Malik menjawab, "Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat." (HR Bukhari, nomor 547)

3. Sahur Menjadi Pembeda dengan Ahlul Kitab

Para ahli kitab terdahulu menjalankan ibadah puasa sesuai keyakinan mereka, yakni tidak melaksanakan sahur. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan sahur sebagai pembeda dengan orang-orang sebelum mereka ketika berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

"Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim, nomor 1836)

Demikianlah bacaan doa sahur sesuai sunnah Rasulullah SAW beserta bacaan niat puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads