BBM Langka di Selayar karena Distribusi Terkendala Cuaca Ekstrem

BBM Langka di Selayar karena Distribusi Terkendala Cuaca Ekstrem

Abadi Tamrin - detikSulsel
Kamis, 19 Feb 2026 18:03 WIB
Pengisian BBM di SPBU. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Suplai BBM ke Kepulauan Selayar Segera Normal.
Foto: Pengisian BBM di SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)
Selayar -

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU, APMS, dan Pertashop di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan disebabkan distribusi BBM terkendala cuaca buruk.

SBM Sulselbar II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah menjelaskan, distribusi BBM ke wilayah Kepulauan Selayar dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal tanker. Kondisi cuaca ekstrem di perairan sebelumnya mengharuskan kapal menyesuaikan jadwal pelayaran guna memastikan keselamatan awak dan keamanan muatan.

"Penyesuaian tersebut berdampak pada keterlambatan suplai sehingga stok di sejumlah lembaga penyalur sempat menipis," ujar Muhammad Ridho dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan bahwa suplai saat ini sedang dalam proses pengiriman. BBM dijadwalkan dijadwalkan tiba hari ini.

"Kapal pengangkut BBM dijadwalkan sandar di Pelabuhan Benteng, Selayar hari ini, 19 Februari 2026, sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah proses sandar dan pembongkaran selesai, distribusi ke SPBU, APMS, dan Pertashop akan langsung dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Muhammad Ridho mengatakan Pertamina telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak transportir dan pengelola lembaga penyalur untuk memastikan proses bongkar muat dan distribusi berjalan lancar. Monitoring stok dilakukan secara real time guna memprioritaskan produk dengan kebutuhan tertinggi seperti Pertalite dan Solar.

"Terkait harga BBM di tingkat pengecer yang dilaporkan mencapai sekitar Rp 20.000 per liter, Pertamina menegaskan bahwa pengecer bukan bagian dari rantai distribusi resmi Pertamina. Harga resmi hanya berlaku di SPBU, APMS, dan Pertashop terdaftar yang berada dalam sistem pengawasan distribusi," pungkasnya.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menambahkan bahwa normalisasi suplai menjadi prioritas utama. Kedatangan kapal hari ini menjadi langkah penting untuk memulihkan stok di Selayar.

"Kami memastikan proses distribusi segera dilaksanakan secara cepat, terkoordinasi, dan terukur setelah kapal bersandar, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal dan tepat waktu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga mengeluhkan kelangkaan BBM) di Kepulauan Selayar dalam sepekan terakhir. Harga di tingkat pengecer tembus Rp 20 ribu per liter.

"Tadi beli Rp 20 ribu per liter," ujar warga bernama Mita kepada detikSulsel, Rabu (18/2/2026).

Mita mengatakan harga tersebut jauh di atas harga normal yang biasanya Rp 15 ribu per liter. Dia terpaksa membeli di pengecer karena stok di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) maupun Pertashop sudah tidak tersedia.

"Iya, sudah beberapa hari (tidak tersedia)," bebernya.




(ata/hsr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads