BBM di Selayar Langka, Harga di Pengecer Tembus Rp 20 Ribu Seliter

BBM di Selayar Langka, Harga di Pengecer Tembus Rp 20 Ribu Seliter

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Rabu, 18 Feb 2026 16:20 WIB
Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Foto: Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. (Nur Hidayat Said/detikSulsel)
Selayar -

Warga mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam sepekan terakhir. Harga di tingkat pengecer tembus Rp 20 ribu per liter.

"Tadi beli Rp 20 ribu per liter," ujar warga bernama Mita kepada detikSulsel, Rabu (18/2/2026).

Mita mengatakan harga tersebut jauh di atas harga normal yang biasanya Rp 15 ribu per liter. Dia terpaksa membeli di pengecer karena stok di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) maupun Pertashop sudah tidak tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, sudah beberapa hari (tidak tersedia)," bebernya.

Pengelola APMS di Kecamatan Bontoharu, Andi Putriana membenarkan terjadi kelangkaan dalam sepekan terakhir. Dia mengatakan pemicunya karena kapal tanker yang membawa pasokan BBM rusak.

ADVERTISEMENT

"Pokoknya (sejak) empat hari lalu, lima hari lalu lah. Karena itu tanker (yang bawa pasokan BBM ke Selayar) rusak," kata Putriana, kepada detikSulsel.

Dia mengungkapkan kerusakan kapal tanker menjadi penyebab utama terhentinya distribusi seluruh jenis BBM ke Selayar. Hal ini mengakibatkan jadwal kedatangan pasokan yang seharusnya tiba sepekan lalu menjadi terhambat.

"Semuanya. Kalau sudah seminggu tidak ada tanker pasti langka," ungkapnya.

Kekosongan stok ini dilaporkan merata untuk jenis Pertalite, Pertamax, hingga Solar. Pasokan diperkirakan akan segera tiba dalam waktu dekat jika kondisi cuaca mendukung.

"Tapi, ini hari sudah di jalan. Besok sudah sandar di pelabuhan insyaallah," jelasnya.

Senada dengan itu, pengelola Pertashop di Kecamatan Bontosikuyu, Nursiah, mengakui stok BBM di tempatnya telah habis. Padahal sebelumnya dia telah melakukan penebusan stok lebih banyak sebagai langkah antisipasi kerusakan tanker.

"Jadi saya tebus 12 KL (kiloliter) Pertamax. Alhamdulillah pelayanan ke masyarakat aman, tapi sekarang kan sudah habis," tutur Nursiah.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads