Tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Satu orang operator ekskavator asal Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial R (20) dilaporkan tewas tertimbun.
"Terdapat satu orang korban jiwa. Operator Excavator PT MBM 88 (kontraktor)," ujar Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Insiden longsor terjadi di lokasi pembuangan (disposal) PT QMB, Desa Labota, Kecamatan Bahodopi pada Rabu (18/2) sekitar pukul 14.35 Wita. Saat kejadian, korban tengah mengoperasikan alat berat di area disposal PT QMB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saksi sebelum longsor terjadi, yang bersangkutan sempat memberikan tanda peringatan dengan cara melempar kaca unit ekskavator yang dioperasikan korban sebagai peringatan adanya pergerakan tanah. Namun korban tidak sempat merespons atau mengevakuasi diri, sehingga saat longsor terjadi korban terjebak di dalam unit ekskavator yang tertimbun material," terangnya.
Korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 16.30 Wita oleh tim di lokasi. Saat evakuasi, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Klinik 2 PT IMIP untuk penanganan lebih lanjut. Polres Morowali juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan.
"Kepolisian sudah berkoordinasi dengan manajemen PT IMIP, PT QMB, dan kontraktor PT MBM 88 mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) termasuk memasang garis polisi di lokasi kejadian," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah alat berat dilaporkan tertimbun material longsor. Alat berat yang tertimbun material longsor seperti bulldozer hingga dump truck.
"Benar terjadi longsoran di area dumpingan limbah IMIP 9. Ada beberapa unit excavator, bulldozer, dump truck ikut terbawa longsor. Penyebab sementara diduga karena kondisi tanah pada area bawah yang lembek," ujar Head of Media Relations Department PT IMIP, Dedy Kurniawan dalam pernyataannya, Rabu (18/2).
Dedy mengatakan semua aktivitas di lokasi tersebut langsung dihentikan. Semua pekerja juga telah dievakuasi ke titik aman.
(asm/hsr)











































