Warga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa busana di Pantai Laja'a. Polisi kini melakukan penyelidikan dan mengevakuasi jenazah korban ke puskesmas.
"Setelah menerima informasi, kami langsung mendatangi TKP, mengamankan lokasi, kemudian mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Pasimarannu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kapolsek Pasimarannu Iptu Hasan dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Mayat pria tanpa identitas itu pertama kali diketahui oleh nelayan bernama Sahrullah (42) pada Minggu (15/2) sekitar pukul 04.30 Wita. Saksi saat itu sedang mencari ikan menggunakan jaring di sekitar pesisir Pantai Laja'a, Desa Lamantu, Kecamatan Pasimarannu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan khusus. Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu kemungkinan adanya laporan orang hilang dari masyarakat," kata Hasan.
Dia menyebut mayat ditemukan dalam kondisi sudah membengkak dengan tinggi badan sekitar 156 cm. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan unsur terkait mulai dari TNI hingga pihak puskesmas untuk proses evakuasi.
"Kami mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polsek Pasimarannu atau Polres Kepulauan Selayar untuk membantu proses identifikasi," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Selayar AKBP Didid Imawan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban. Polisi berkomitmen untuk berupaya maksimal agar identitas korban segera terungkap.
"Kami turut prihatin atas ditemukannya jenazah ini. Kepolisian akan berupaya maksimal untuk mengungkap identitas korban agar keluarga dapat segera memperoleh kepastian," ucapnya.
Didid juga mengingatkan agar para nelayan dan pengguna transportasi laut selalu waspada terhadap kondisi cuaca saat melaut. Hal ini demi mencegah terjadinya kecelakaan laut yang membahayakan keselamatan jiwa.
"Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian ini. Namun, kami mengingatkan seluruh masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar senantiasa memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta berkoordinasi sebelum melaut demi keselamatan bersama," bebernya.
