Niat Berpuasa Ramadhan 2026 Lengkap: Sebulan Penuh dan Harian

Niat Berpuasa Ramadhan 2026 Lengkap: Sebulan Penuh dan Harian

Iswandy Rusli - detikSulsel
Rabu, 18 Feb 2026 06:47 WIB
Ilustrasi membaca niat berpuasa Ramadhan.
Foto: Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan. (Getty Images/Rani Nurlaela Desandi)
Makassar -

Umat Islam mulai melaksanakan puasa Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026. Jadwal ini merujuk pada hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 H yang diumumkan oleh Menteri Agama RI.

Dilansir dari buku 'Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII' karya Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, puasa Ramadhan merupakan puasa selama satu bulan penuh yang wajib dilaksanakan umat Islam pada bulan Ramadhan. Perintah berpuasa ini termuat dalam firman Allah berikut:

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّا مَا مَعْدُودَةٍ ..... البقرة [٢] : ١٨٤-١٨٤

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa; (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.... (QS Al-Baqarah [2]: 183-184)

Adapun tata cara pelaksanaannya diawali dengan niat hendak melaksanakan puasa Ramadhan. Niat menjadi syarat penting agar ibadah puasa yang dijalani sah dan bernilai di sisi Allah.

ADVERTISEMENT

Artikel ini menyajikan bacaan niat berpuasa Ramadhan 2026 lengkap untuk sebulan penuh sekaligus maupun harian. Tersedia dalam tulisan Arab dan Latin beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Niat Berpuasa Ramadhan

Di Indonesia, terdapat perbedaan kebiasaan di kalangan umat Islam dalam membaca niat puasa Ramadhan. Sebagian melafalkan niat setiap malam, sementara sebagian lainnya membaca niat sekali pada awal bulan untuk diniatkan selama sebulan penuh.

Melansir buku 'Praktis Ibadah' yang disusun oleh Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain, berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang dapat dibaca setiap hari, serta niat puasa untuk sebulan penuh sekaligus:

Niat Puasa Ramadhan Harian

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an 'adaa'i fardhu shyahri ramadhaana hadzihis-sanati lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma jamii'i shyahri ramadhaana hadzihis-sanati fardhu lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala.

Hukum Membaca Niat Puasa Sebulan Penuh

Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia, kebiasaan umat Islam membaca niat sebulan penuh sekaligus disandarkan pada pandangan dalam mazhab Maliki. Puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah, sehingga niatnya tidak perlu diperbarui setiap hari.

Sementara itu, mazhab Syafi'i mewajibkan niat puasa dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya Hasyiyatul Iqna', menjelaskan sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Artinya: "Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, 'Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.' Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits." (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna', juz 2)

Dengan demikian, umat Islam dapat melakukan niat puasa Ramadhan sebulan sekaligus sebagai langkah antisipasi jika lupa berniat pada malam harinya. Meski begitu, dianjurkan tetap mengamalkan ketentuan dalam mazhab Syafi'i, yakni memperbarui niat puasa setiap malam.

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar pada bulan Ramadhan. Ketentuan ini dijelaskan dalam buku 'Panduan Praktis Ibadah Puasa' oleh Drs E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim Lc.

Penjelasan tersebut merujuk pada keterangan Rasulullah SAW sebagai berikut:

مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa yang belum menguatkan niat berpuasa sebelum fajar maka tiada puasa baginya." (HR Abu Daud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Untuk berjaga-jaga, niat puasa Ramadhan sudah dapat dilakukan pada malam harinya sejak Matahari terbenam.

Dalam buku 'Kitab Sehari-hari' milik AR Shohibul Ulum disebutkan bahwa puasa tidak sah apabila tidak diawali dengan niat. Niat tersebut letaknya di dalam hati, sehingga tidak disyariatkan untuk dilafalkan secara lisan.

Ketentuan ini disepakati oleh para ulama tanpa adanya perbedaan pendapat.

Demikianlah bacaan niat berpuasa Ramadhan lengkap, beserta waktu membacanya. Selamat menjalankan ibadah puasa, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads