Hasil Sidang Isbat Penetapan Resmi 1 Ramadhan 2026, Cek di Sini!

Hasil Sidang Isbat Penetapan Resmi 1 Ramadhan 2026, Cek di Sini!

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 19:37 WIB
Ilustrasi Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hasil sidang isbat penetapan resmi 1 Ramadhan 2026.
Foto: Ilustrasi. (Grandyos Zafna)
Makassar -

Hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 2026 secara resmi diumumkan malam ini, Selasa 17 Februari 2026. Penetapan tersebut akan disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung.

Konferensi pers ini menjadi tahapan akhir dari rangkaian agenda sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 2026 yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI. Melalui sidang tersebut, pemerintah menetapkan awal puasa berdasarkan metode hisab dan rukyatul hilal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengetahui hasil sidang isbat penetapan resmi 1 Ramadhan 2026, simak informasinya di bawah ini!

Penetapan Resmi 1 Ramadhan 2026

Penetapan resmi 1 Ramadhan 1447 H/2026 oleh Kemenag RI dapat dipantau melalui live di bawah ini:

ADVERTISEMENT

Prediksi 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026

Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN Prof Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia menyebut, terdapat potensi perbedaan awal Ramadhan di Indonesia.

"Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal," ujar Thomas kepada wartawan yang dikutip dari detikNews, Selasa (17/2/2026).

Thomas menjelaskan hilal global merujuk pada terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat. Pada waktu Maghrib 17 Februari 2026, kriteria tersebut telah terpenuhi di Alaska, sehingga penetapan awal Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

"Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026," ujar Thomas.

Sementara itu, hilal lokal merujuk pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada waktu Maghrib 17 Februari 2026, posisi hilal belum memenuhi Imkanur Rukyat, bahkan di Indonesia masih berada di bawah ufuk.

"Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat, bahkan di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk," kata dia.

Dengan begitu, awal Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026 apabila mengacu pada hilal lokal. Meski demikian, penetapan awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat yang nantinya diumumkan pemerintah.

"Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadhan pada 19 Februari 2026," ujarnya.

Bagi detikers yang tidak sempat memantau hasil penetapan 1 Ramadhan 2026, dapat melihat pengumumannya di media sosial Kemenag RI:

Instagram: @kemenag_ri

Twitter/X: @Kemenag_RI

Facebook: Kementerian Agama RI

TikTok: @kemenag_ri




(alk/alk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads