Renungan Katolik Selasa, 17 Februari 2026 dan Bacaan: Peringatan Yesus

Renungan Katolik Selasa, 17 Februari 2026 dan Bacaan: Peringatan Yesus

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 09:45 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi kesempatan bagi umat untuk menata kembali hati di hadapan Tuhan saat mengawali aktivitas. Di tengah kesibukan dan dinamika hidup yang terus bergerak, Sabda Tuhan hadir sebagai penuntun arah, meneguhkan langkah, serta memperdalam relasi pribadi dengan-Nya.

Renungan Selasa, 17 Februari 2026 mengangkat tema "Peringatan Yesus" dikutip dari buku Inspirasi Pagi (LBI) yang ditulis oleh Ays Laratmase MSC. Nah, secara lengkap artikel ini memuat tentang:

  1. Bacaan dan renungan Katolik Selasa, 17 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup.

Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yak 1:12-18

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

ADVERTISEMENT

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:12-13a,14-15,18-19

Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu,

untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik.

Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;

sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.

Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Bacaan Injil: Mrk 8:14-21

Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."

Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."

Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?

Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,

pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."

"Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."

Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

Renungan Hari Ini: Peringatan Yesus

Kita mungkin merasa jengkel ketika orang-orang lain gagal memahami maksud kita. Apa yang mereka tangkap berbeda dan bertentangan dengan yang kita maksudkan.

Mereka bahkan bisa jadi tidak menangkap maksud kita sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa kita dan mereka tidak berada di frekuensi yang sama selama berkomunikasi.

Hal itu terjadi pada Yesus dan para rasul. Ketika mereka tidak membawa roti saat menyeberangi danau, Yesus memaklumi kelalaian para murid itu sembari mengingatkan mereka akan ancaman yang jauh lebih besar, yakni ragi orang Farisi dan ragi Herodes.

Namun, para murid tidak menangkap maksud Yesus. Mereka malah sibuk membahas tentang tidak adanya roti daripada peringatan Yesus itu.

Ragi orang Farisi adalah kemunafikan, sedangkan ragi Herodes adalah ketakutan. Dengan menggunakan simbolisme ragi, Yesus memperingatkan bahwa kemunafikan dan ketakutan berpotensi besar untuk merusak jiwa manusia.

Akibatnya, iman akan rusak juga. Kalau kehabisan roti, para murid mudah untuk mengatasinya. Namun, kalau jiwa mereka sampai rusak karena kemunafikan dan ketakutan, hal itu sulit untuk diatasi.

Semoga kita menanggapi serius peringatan Yesus ini. Kemunafikan harus dilawan dengan ketulusan, sedangkan ketakutan harus dilawan dengan kepercayaan.

Hati yang tulus akan menjaga kita untuk bertekun dengan niat baik yang kita miliki, sedangkan hati yang percaya akan selalu menumbuhkan harapan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih,
kami datang kepada-Mu dengan hati yang rindu untuk mengerti kehendak-Mu.

Sering kali kami seperti para murid-Mu,
lebih sibuk memikirkan hal-hal lahiriah
dan gagal menangkap pesan rohani yang Engkau sampaikan.
Ampuni kami ketika hati dan pikiran kami tidak selaras dengan suara-Mu.

Jauhkanlah kami dari ragi kemunafikan,
yang membuat kami tampak baik di luar
namun rapuh dan tidak jujur di dalam.
Tumbuhkanlah dalam diri kami hati yang tulus,
yang setia pada kebenaran dan berani hidup sesuai iman kami.

Bebaskan kami juga dari ragi ketakutan,
yang melemahkan iman dan merampas pengharapan.
Ajarlah kami untuk percaya sepenuhnya kepada penyertaan-Mu,
bahwa Engkau memelihara dan mencukupkan kebutuhan kami.

Bentuklah hati kami agar peka terhadap peringatan-Mu,
agar kami tidak hanya mendengar,
tetapi sungguh memahami dan melakukannya.

Semoga ketulusan menjaga langkah kami,
dan kepercayaan kepada-Mu meneguhkan harapan kami setiap hari.

Dalam nama-Mu kami berdoa.
Amin.

Itulah renungan harian Katolik Selasa, 17 Februari 2026. Tuhan memberkati keseharian kita!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads