Kapan Sholat Tarawih Pertama Ramadhan 2026? Ini Jadwal dan Tata Caranya

Kapan Sholat Tarawih Pertama Ramadhan 2026? Ini Jadwal dan Tata Caranya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 14 Feb 2026 08:00 WIB
sholat Tarawih pertama 1447 H
Ilustrasi sholat (Foto: Masjid Pogung Raya/Unsplash)
Makassar -

Kapan sholat Tarawih pertama Ramadhan 2026 dilaksanakan? Pertanyaan ini mulai banyak dicari umat Islam menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Menyadur buku Tuntutan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplit oleh Ibnu Watiniyah, sholat Tarawih adalah sholat sunah muakkad yang dikerjakan khusus pada malam hari selama bulan Ramadan, dengan mengharap rahmat dan ampunan Allah SWT. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu serta terhindar dari api neraka.

Sholat Tarawih juga dikenal dengan sebutan qiyam Ramadan. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa mengerjakan qiyâm Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR al-Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Lantas, kapan sholat Tarawih pertama Ramadhan 2026?

Di Indonesia, awal Ramadhan terkadang berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah karena perbedaan metode penetapan. Perbedaan ini dapat berdampak pada waktu pelaksanaan sholat Tarawih pertama.

Nah, berikut detikSulsel sajikan informasi jadwal sholat Tarawih pertama Ramadhan 2026 versi pemerintah dan Muhammadiyah, lengkap dengan tata cara pelaksanaannya. Yuk, cek selengkapnya!

Kapan Sholat Tarawih Pertama Ramadhan 2026?

Sholat Tarawih mulai dikerjakan pada malam 1 Ramadhan. Berdasarkan kalender Hijriah Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun perlu dipahami, sistem pergantian hari dalam kalender Hijriah berbeda terjadi pada waktu Maghrib. Sehingga pada Rabu, 18 Februari 2026 setelah Magrib telah memasuki 1 Ramadhan 1447.

Artinya, sholat Tarawih pertama tahun 2026 versi pemerintah diprakirakan jatuh pada Rabu malam, 18 Februari 2026, setelah sholat Isya.

Meski begitu, jadwal tersebut masih bersifat prediksi dan dapat berubah. Pemerintah melalui Kemenag RI akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1446 H/2025 M pada Selasa, 17 Februari 2026, untuk menentukan tanggal resmi dimulainya puasa.

Sementara itu Muhammadiyah lewat maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, berdasarkan versi Muhammadiyah, sholat Tarawih mulai dikerjakan pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini jadwal sholat Tarawih pertama pemerintah dan prediksi versi pemerintah:

  • Sholat Tarawih pertama 2026 pemerintah: Rabu, 18 Februari 2026
  • Sholat Tarawih pertama 2026 Muhammadiyah: Selasa, 17 Februari 2026

Niat Sholat Tarawih

Berdasarkan buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplit, niat sholat Tarawih berbeda sesuai dengan kondisi pelaksanaannya. Yakni ketika sendiri, berjamaah sebagai makmum, atau berjamaah sebagai imam.

Berikut ini niat sholat Tarawih yang dibaca:

Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallii sunnatat-taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala."

Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallii sunnatat-taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala."

Niat Sholat Tarawih Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallii sunnatat-taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

Tata Cara Sholat Tarawih

Sholat Tarawih dapat dikerjakan dalam 8 maupun 20 rakaat. Sholat sunnah ini dilaksanakan sholat setelah sholat Isya sampai waktu fajar.

Berikut tata cara sholat Tarawih:

  1. Membaca niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Al-Fatihah

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ (٣) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ (٤) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ (٧

    Arab Latin: (1) Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. (2) Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamin. (3) Ar-rahmaanir-rahîm. (4) Maaliki yaumid-diin. (5) Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. (6) Ihdinash-shiraathal-mustaqiim. (7) Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil-maghdluubi 'alaihim wa ladl-dhaalliin.

    Artinya: (1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, (4) Pemilik hari Pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (6) Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
  4. Membaca surat-surat pendek
  5. Ruku
  6. I'tidal
  7. Sujud
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Kembali berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek
  12. Mengulang aktivitas rukuk hingga sujud kedua
  13. Tahiyat akhir
  14. Salam

Doa Setelah Sholat Tarawih

Adapun doa yang dapat diamalkan setelah melaksanakan sholat Tarawih adalah:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَابِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَضِيْنَ، وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَابِرِينَ، وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَ سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرِ الْعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ، بِأَكْوَابٍ وَآبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ، مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُولَا بِكَ رَفِيقًا ، ذُلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Arab Latin: Bismillahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil 'alamiin, hamdan yuwaafi ni'amahu wa yukaafi'u maziidah. Allaahumma shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadin.

Allaahummaj'alnaa bil iimaani kaamiliina wa lil fara idhi muʻaddiina wa lish-shalaati haafidzhiina waliz-zakaati faa'iliina walimaa 'indaka thaalibiina wa li'afwika raajiina wabil hudaa mutamassikiina wa'anil laghwi mu'ridhiina wafid dunyaa zaahidiina wafil akhirati raaghibiina wabil qadhaaʻi raadhiina wabin na'maaʻi syaakiriina wa 'alal balaʻi shaabiriina wa tahta liwaaʻi sayyidinaa Muhammadin shallallahu 'alaihi wasallama yaumal qiyaamati saaʻiriina wa ilal haudhi waaridiina wa ilal jannati daakhiliina wa minan naari naajiina wa 'alaa sariiril karamati qaa'idiina wa min huuril 'aini mutazawwijiina wamin sundusin wa istabraqin wadiibaajin mutalabbisiina, wa min tha'aamil jannati aakiliina wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiina bi akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iinin ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadai wash-shalihiina wa hasuna ula'ika rafiqan dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi 'aliiman wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, dan keluarganya.

Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, menjaga sholat, menunaikan zakat, menuntut (mencari) segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk-Mu, terlepas (terhindar) dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akhirat serta tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada Hari Kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kita, Nabi Muhammad, dan melalui telaga yang sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di takhta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang saleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam."

Demikian informasi mengenai kapan sholat Tarawih pertama 2026 beserta bacaan niat, tata cara, dan doa setelah sholatnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads