Apakah Boleh Puasa Sebelum Ramadhan? Ini Ketentuan dan Penjelasannya

Apakah Boleh Puasa Sebelum Ramadhan? Ini Ketentuan dan Penjelasannya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Jumat, 13 Feb 2026 20:30 WIB
Ilustrasi puasa.
Foto: Ilustrasi puasa. (ChatGPT)
Makassar -

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, tidak sedikit umat Islam yang mempertanyakan ketentuan berpuasa beberapa hari sebelum Ramadhan tiba. Pertanyaan ini muncul karena ada yang mempersiapkan diri dengan berpuasa sunnah ataupun masih memiliki kewajiban mengqadha puasa Ramadhan tahun sebelumnya.

Lantas, apakah boleh puasa sebelum Ramadhan?

Memahami boleh atau tidaknya puasa sebelum Ramadhan menjadi penting agar ibadah yang dikerjakan tetap sesuai tuntunan syariat. Selain itu, dengan mengetahui batasan serta ketentuannya, umat Islam dapat beribadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui artikel ini, detikSulsel akan mengulas secara ringkas ketentuan puasa jelang memasuki bulan Ramadhan. Artikel ini juga dilengkapi dengan informasi perkiraan awal Ramadhan 2026.

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

ADVERTISEMENT

Apakah Boleh Puasa Sebelum Ramadhan?

Berdasarkan penjelasan dari Ustaz Khalid Basalamah dalam kanal YouTube-nya, umat Islam dilarang berpuasa satu hingga dua hari sebelum bulan Ramadhan, yang dikenal sebagai hari syak atau hari yang diragukan. Larangan ini berlaku karena pada waktu tersebut penentuan awal Ramadhan masih belum pasti.

Biasanya, masih terdapat perbedaan di kalangan ahli hilal terkait terlihat atau tidaknya hilal sebagai penanda masuknya bulan Ramadhan. Oleh karena itu, umat Islam tidak dianjurkan mendahului puasa Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya.

Hal senada juga dijelaskan dalam laman Rumaysho, bahwa larangan tersebut merujuk pada hadits yang disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Marom. Hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Ω„Ψ§ΩŽ ΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ―ΩŽΩ‘Ω…ΩΩˆΨ§ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ¨ΩΨ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩˆΩŽΩ„Ψ§ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽΩŠΩ’Ω†Ω Ψ₯ΩΩ„Ψ§ΩŽΩ‘ Ψ±ΩŽΨ¬ΩΩ„ΩŒ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩŠΩŽΨ΅ΩΩˆΩ…Ω Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…Ω‹Ψ§ ΩΩŽΩ„Ω’ΩŠΩŽΨ΅ΩΩ…Ω’Ω‡Ω

Artinya: "Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa." (HR Bukhari nomor 1914 dan Muslim nomor 1082)

Meski demikian, terdapat pengecualian bagi umat Islam yang memiliki kebiasaan melaksanakan puasa sunnah, seperti puasa Senin Kamis atau puasa Daud. Pengecualian turut berlaku bagi muslim yang hendak melaksanakan puasa wajib, seperti qadha Ramadhan, nazar, atau kafarah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa umat Islam dilarang berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan. Namun, umat Islam yang memiliki kebiasaan puasa sunnah atau hendak menunaikan puasa wajib dapat berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan.

Jadwal Ramadhan 2026

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika mengacu pada jadwal ini, tersisa 5 hari lagi sejak hari ini, Jumat, 13 Februari 2026.

Dengan demikian, umat Islam masih memiliki waktu sekitar 5 hari untuk menunaikan qadha Ramadhan, yakni hingga paling lambat pada Rabu, 18 Februari 2026.

Namun, jadwal tersebut masih bersifat sementara, pemerintah akan mengumumkan penetapan awal Ramadhan 2026 secara resmi setelah melaksanakan sidang isbat. Adapun Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H digelar pada Selasa, 17 Februari 2026 di Auditorium H M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum berpuasa sebelum Ramadhan. Semoga menjawab ya, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads