Belakangan pengguna media sosial sedang ramai membahas tentang penyalahgunaan 'whip pink'. Alat tersebut digunakan untuk memperoleh sensasi "high" karena mengandung nitrous oxide (N2O) atau dinitrogen oksida yang dihirup langsung oleh penggunanya.
Padahal, dalam dunia medis, N2O bukanlah zat yang dapat digunakan secara sembarangan. Bahkan, jika digunakan sembarangan dapat memberikan dampak fatal bagi organ tubuh.
Melansir detikHealth yang mengutip Cleveland Clinic, N2O atau yang dikenal sebagai laughing gas (gas tertawa) merupakan jenis obat penenang kerja singkat. Gas ini tidak berwarna, beraroma sedikit manis, dan diberikan melalui masker atau alat bantu pernapasan hidung saat prosedur medis maupun perawatan gigi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara mekanisme kerja, gas tersebut memperlambat sistem saraf pusat sehingga menimbulkan efek relaksasi dan euforia. Dalam praktik kedokteran, efek ini dimanfaatkan untuk mengurangi kecemasan serta membantu pasien tetap nyaman selama tindakan medis berlangsung.
Saat ini, masalah yang muncul bukan karena N2O-nya itu sendiri, namun penggunaan yang tidak dalam pengawasan tenaga medis.
Spesialis jantung dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA, menegaskan bahwa inhalasi gas tawa secara bebas dapat berisiko fatal ke sistem kardiovaskular.
"Jadi N20 ini memang bisa merangsang sistem jantung dan pembuluh darah. Rangsangan ini juga dapat memberikan efek cepat," kata dr Vito kepada detikcom, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan bahwa rangsangan tersebut berpotensi menekan aktivitas miokardial atau otot jantung serta menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
"Potensi risiko yang mungkin ditimbulkan adalah menekan aktivitas miokardial (otot jantung) serta konstriksi atau pembuluh darah mengecil. Bukan serangan jantung, tapi henti jantung," sambungnya.
Di dalam dunia medis, gas ini diberikan secara terukur dosisnya. Menurut dr Vito, ini adalah prosedur untuk meminimalisir risiko.
(alk/alk)











































