Panji Dikasih Paham soal Pesta Kematian Toraja Sangat Mahal

Panji Dikasih Paham soal Pesta Kematian Toraja Sangat Mahal

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Rabu, 11 Feb 2026 11:32 WIB
Panji Dikasih Paham soal Pesta Kematian Toraja Sangat Mahal
Pandji Paragiwaksono menjalani peradilan adat di Tana Toraja. Foto: (dok. istimewa)
Tana Toraja -

Komika Pandji Pragiwaksono disanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam dalam peradilan adat buntut candaannya mengenai budaya Toraja, Rambu Solo, saat stand up comedy. Hakim adat Toraja turut menjelaskan alasan kematian di Toraja menjadi sangat mahal.

Hal itu disampaikan hakim adat saat menjalankan peradilan adat untuk Pandji di Tongkonan Kaero Sangalla, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Hakim adat menekankan kepada Panji bahwa kematian di Toraja adalah bagian terpenting dalam kehidupan mereka.

"Saudara Pandji, mati di Toraja menjadi adalah bagian terpenting dari kehidupan kami. Sehingga mati di Toraja menjadi sangat mahal. Karena di situlah kami mengembalikan sesuatu yang telah diberikan oleh Tuhan sang pencipta kami kepada Tuhan kembali," ucap salah satu hakim adat, Sam Barumbun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sam menekankan, masyarakat Toraja berupaya mengembalikan pemberian Tuhan sebaik mungkin. Dia sekali lagi menekankan itulah mengapa kematian di Toraja mahal.

"Sehingga kami berusaha sebaik mungkin untuk mengembalikan pemberian yang terbaik dari Sang Pencipta itu. Jadi sekali lagi, kenapa mati di Toraja itu mahal karena mengembalikan seseorang ke keabadiannya itu adalah hal terpenting dalam kehidupan kita," terangnya.

ADVERTISEMENT

Dalam peradilan adat itu, hakim adat memutuskan memberikan sanksi kepada Pandji. Sanksi tersebut berupa denda satu ekor babi dan lima ekor ayam.

"Jadi sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, (sanksi denda Pandji) 1 ekor babi, 5 ekor ayam," ujar Sam Barumbun.

Sam mengungkap, denda adat ini merupakan tradisi masyarakat Toraja sebagai permohonan maaf kepada leluhur. Candaan Pandji menurut Sam, tidak hanya melukai harkat dan martabat suku Toraja, tapi juga leluhur.

"Saudara Pandji dalam materi stand up komedi yang pertama kali dilakukan pada tahun 2013, dan setelah itu dihapus. Kemudian 2021 itu dibuka kembali dan menjadi viral. Ini melukai dan menyakiti hati kami semua," ujarnya.

Pandji Jalani Ritual Adat Hari Ini

Hakim adat Toraja, Yusuf menuturkan, Pandji diberi sanksi ringan akibat melakukan pelanggaran karena ketidaktahuannya dan juga telah minta maaf. Pandji didenda satu ekor Babi dan lima ekor sebagai persembahan kepada leluhur di wilayah Pa'buaran Tongkonan Kaero, Sangalla' dan akan menjalani ritual permohonan maaf pada Rabu (11/2).

"Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam. Babi dan satu ayam besok mau dipakai untuk ritual permohonan maaf kepada leluhur. Tadi sudah empat ekor ayam," ujarnya.

Dia mengatakan, selain sebagai pemulihan martabat suku Toraja, ritual adat ma'bua' juga merupakan janji kepada leluhur. Apabila melakukan kesalahan yang sama kemudian hari, pelaku akan dijauhkan dari berkat.

"Ritual besok tidak di tongkonan lagi tapi di Pa'buaran Tongkonan Kaero. Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur. Kalau masih melakukan kesalahan yang sama, orang itu akan dijauhkan dari berkat," ujar Yusuf.




(asm/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads