Catatan ke Pandji Pragiwaksono Saat Disidang Adat Buntut Candaan Rambu Solo

Catatan ke Pandji Pragiwaksono Saat Disidang Adat Buntut Candaan Rambu Solo

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 11 Feb 2026 08:38 WIB
Pandji Paragiwaksono menjalani peradilan adat di Tana Toraja.
Pandji Paragiwaksono menjalani peradilan adat di Tana Toraja. Foto: (dok. istimewa)
Tana Toraja -

Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani peradilan adat buntut candaannya mengenai budaya Toraja, Rambu Solo, saat stand up comedy. Di hadapan masyarakat dan tokoh adat Toraja, Panjdi mengakui kesalahannya.

Peradilan adat untuk Pandji berlangsung di Tongkonan Kaero Sangalla, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Pandji hadir mengenakan setelan kemeja biru muda dan celana abu-abu.

Dalam kesempatan itu, salah satu hakim adat Toraja, Sam Barumbun menjelaskan konteks permasalahan sehingga Pandji dianggap menyinggung masyarakat Toraja. Sam menekankan kepada Panji bahwa kematian di Toraja adalah bagian terpenting dalam kehidupan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saudara Pandji, mati di Toraja menjadi adalah bagian terpenting dari kehidupan kami. Sehingga mati di Toraja menjadi sangat mahal. Karena di situlah kami mengembalikan sesuatu yang telah diberikan oleh Tuhan sang pencipta kami kepada Tuhan kembali," ucap Sam.

Karena itu, kata Sam, masyarakat Toraja berupaya mengembalikan pemberian Tuhan sebaik mungkin. Dia sekali lagi menekankan itulah mengapa kematian di Toraja mahal.

ADVERTISEMENT

"Sehingga kami berusaha sebaik mungkin untuk mengembalikan pemberian yang terbaik dari sang pencipta itu. Jadi sekali lagi, kenapa mati di Toraja itu mahal karena mengembalikan seseorang ke keabadiannya itu adalah hal terpenting dalam kehidupan kita," terangnya.

Pandji Disanksi Adat Babi dan Ayam

Dalam peradilan adat itu, Pandji diputuskan diberi sanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam. Denda tersebut sebagai permohonan maaf ke leluhur masyarakat Toraja.

"Jadi sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, (sanksi denda Pandji) 1 ekor babi, 5 ekor ayam," ujar Sam Barumbun.

Sam mengungkap, denda adat ini merupakan tradisi masyarakat Toraja sebagai permohonan maaf kepada leluhur. Candaan Pandji menurut Sam, tidak hanya melukai harkat dan martabat suku Toraja, tapi juga leluhur.

"Saudara Pandji dalam materi stand up komedi yang pertama kali dilakukan pada tahun 2013, dan setelah itu dihapus. Kemudian 2021 itu dibuka kembali dan menjadi viral. Ini melukai dan menyakiti hati kami semua," ujarnya.

Pandji Terima Disanksi Adat

Sementara Pandji, berterima kasih karena telah diberikan kesempatan hadir di hadapan masyarakat Toraja. Dia mengaku menerima segala keputusan yang diberikan kepadanya.

"Terima kasih banyak, pada kesempatan kali ini, di hari ini, saya menerima semua keputusan yang telah diberikan," ujar Pandji.

Pandji berjanji untuk menjadi lebih baik setelah adanya kejadian ini. Dia mengatakan apa yang telah ia lakukan sebelumnya tidak akan diulangi lagi.

"Semoga ini menjadi kesempatan untuk lebih baik dari saya. Dan saya berjanji seperti tadi diminta, bahwa ini adalah untuk terakhir kalinya saya melakukan sesuatu yang serupa dan tidak mengulangi lagi di masa depan," ucap Pandji.

Pandji Jalani Ritual Permohonan Maaf

Halim adat Toraja, Yusuf menuturkan, Pandji diberi sanksi ringan akibat melakukan pelanggaran karena ketidaktahuannya dan juga telah minta maaf. Pandji didenda satu ekor Babi dan lima ekor sebagai persembahan kepada leluhur di wilayah Pa'buaran Tongkonan Kaero, Sangalla' dan akan menjalani ritual permohonan maaf pada Rabu (11/2).

"Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam. Babi dan satu ayam besok mau dipakai untuk ritual permohonan maaf kepada leluhur. Tadi sudah empat ekor ayam," ujarnya.

Dia mengatakan, selain sebagai pemulihan martabat suku Toraja, ritual adat ma'bua' juga merupakan janji kepada leluhur. Apabila melakukan kesalahan yang sama kemudian hari, pelaku akan dijauhkan dari berkat.

"Ritual besok tidak di tongkonan lagi tapi di Pa'buaran Tongkonan Kaero. Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur. Kalau masih melakukan kesalahan yang sama, orang itu akan dijauhkan dari berkat," ujar Yusuf.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Top 5: Pandji Pragiwaksono Diperiksa hingga Heboh Dokumen Epstein"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads