- Apa Itu Tarhib Ramadhan?
- Tujuan Tarhib Ramadhan
- Contoh Kegiatan Tarhib Ramadhan 1. Meluruskan dan Menguatkan Niat 2. Memperbanyak Doa 3. Membaca Doa Menyambut Ramadhan 4. Memperbanyak Bekal Ilmu 5. Bertaubat 6. Memohon Kemudahan kepada Allah SWT a. Doa Memohon Kemudahan #1 b. Doa Memohon Kemudahan #2
Istilah tarhib Ramadhan kerap terdengar saat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Lantas, apa itu tarhib Ramadhan dan bagaimana contohnya?
Meski sering muncul setiap tahunnya, tidak sedikit umat Islam yang belum benar-benar memahami maksud dari tarhib Ramadhan. Tidak jarang, istilah ini hanya dianggap sebagai nama kegiatan rutin menjelang bulan suci.
Untuk mengetahui apa itu tarhib Ramadhan, berikut detikSulsel menyajikan informasi lengkapnya di bawah ini. Yuk, disimak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Tarhib Ramadhan?
Melansir laman SMP Islam Al Azhar 21, kata tarhib (ترحيب) berasal dari akar kata yang sama dengan kata marhaban. Secara bahasa, kata tarhib berasal dari kata kerja bahasa Arab, yakni "rahiba-yarhabu-rahbun" yang berarti luas, lapang, dan lebar.
Kata tersebut kemudian membentuk kata kerja "rahhaba-yurahhibu-tarhiban" yang berarti menyambut, menerima sesuatu dengan kelapangan, kelebaran, dan keterbukaan hati. Secara istilah, tarhib dimaknai menyambut dengan segala kesiapan, keluasan, kelapangan, keterbukaan, dan kelebaran hati yang dimiliki.
Berdasarkan pengertian tersebut, tarhib Ramadhan adalah menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan kesiapan yang utuh dan hati yang lapang. Kesiapan ini mencakup aspek materiil maupun spiritual, baik secara jiwa maupun raga.
Tujuan Tarhib Ramadhan
Mengacu pada penjelasan Ustaz Adi Hidayat melalui kanal YouTube resminya, tarhib Ramadhan bukan hanya tentang menyambut bulan suci Ramadhan. Tarhib Ramadhan adalah upaya melapangkan hati, pikiran, dan fisik agar siap menerima seluruh dinamika selama bulan Ramadhan.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa seluruh amalan yang hadir di bulan Ramadhan sejatinya mengembalikan manusia kepada fungsi dasarnya. Fungsi dasar manusia adalah beribadah kepada Allah SWT dan menjadi khalifah di muka Bumi.
Oleh karena itu, persiapan memasuki bulan Ramadhan menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah seorang muslim. Persiapan ini juga menjadi proses mengembalikan jati diri yang harus disadari setiap insan beriman sebelum kembali kepada Allah SWT.
Ustaz Adi Hidayat juga menuturkan bahwa perintah berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183 turun di bulan Syaban tahun kedua Hijriah bukan tanpa alasan. Hal itu menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan waktu bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki Ramadhan.
Menurutnya, pentingnya masa persiapan tersebut tidak lepas dari besarnya dampak Ramadhan bagi kehidupan seorang muslim. Bulan Ramadhan diyakini mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik
Contoh Kegiatan Tarhib Ramadhan
Ada beberapa kegiatan atau amalan yang dapat dikerjakan umat Islam sebagai bentuk tarhib Ramadhan. Beberapa di antaranya ialah kembali meluruskan dan menguatkan niat, memperbanyak doa kepada Allah SWT, hingga memperbanyak bekal ilmu.
Untuk lebih lengkapnya, berikut contoh kegiatan atau amalan tarhib Ramadhan:
1. Meluruskan dan Menguatkan Niat
Masih dari penjelasan Ustaz Adi Hidayat, amalan tarhib pertama sebelum memasuki Ramadhan adalah meluruskan dan menguatkan niat dalam beribadah kepada Allah SWT. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Bukhari berikut ini:
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
Artinya: "Dari Umar bin Khattab RA, Nabi SAW bersabda: "Sungguh seluruh amal itu itu bergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya." (HR Al-Bukhari)
2. Memperbanyak Doa
Amalan tarhib Ramadhan selanjutnya adalah memperbanyak doa. Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, serta kuat iman dan Islam.
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan yakni doa menyambut bulan Ramadhan. Doa ini dibaca sebelum terlihatnya hilal Ramadhan, tepatnya pada bulan Syaban.
Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allahumma baarik lanaa fii Sya'ban wa ballighnaa Ramadhaan.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Syaban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Doa tersebut diriwayatkan oleh para ulama shaleh di masa-masa terbaik dan tersambung kepada ulama shaleh di masa lalu. Doa menyambut Ramadhan ini bermakna memohon keberkahan di bulan Syaban, tambahan kebaikan, kesehatan, kekuatan iman, serta agar dengan seluruh kebaikan itu Allah SWT sampaikan umat Islam kepada bulan Ramadhan.
Sebab, tidak sedikit yang sampai ke bulan Ramadhan tanpa membawa keberkahan dari amal sebelumnya. Sehingga, ia tidak memiliki kesiapan untuk menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan sebaik-baik ibadah.
3. Membaca Doa Menyambut Ramadhan
Ketika melihat hilal atau saat ditetapkan bahwa keesokan harinya telah memasuki bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Latin: Allahumma ahillahu 'alaina bil yumni wal iimaan, was-salaamati wal islaam. Rabbii wa rabbukallah.
Artinya: "Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadhan ini kepada kami semua dengan perasaan nyaman dan senang, dengan kekuatan iman, dan keselamatan, dan kemampuan berIslam. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah."
4. Memperbanyak Bekal Ilmu
Melansir laman Rumaysho, setiap muslim sekiranya perlu membekali diri dengan ilmu agar setiap amalan yang dikerjakan benar-benar bermanfaat, berfaedah, dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Umar bin 'Abdul 'Aziz:
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
Artinya: "Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan." (Al Amru bil Ma'ruf, halaman 15)
Beribadah hanya dengan mengikuti kebiasaan orang lain tanpa mengetahui hukumnya dapat merusak amalan yang telah dilakukan. Misalnya, mengamalkan suatu ibadah yang diyakini sebagai tuntunan Rasulullah SAW, padahal tidak memiliki dasar dalil yang sahih.
Perlu diingat, syarat diterimanya suatu ibadah bukan hanya dari keikhlasannya, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi SAW dan memiliki dalil yang shahih. Namun, tidak sedikit umat Islam yang beribadah sekadar ikut-ikutan dengan alasan yang penting ikhlas, padahal amalan tersebut tidak memiliki dasar dan tuntunan yang jelas.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memperbanyak bekal ilmu agar setiap ibadah yang dikerjakan benar, terarah, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
5. Bertaubat
Para ulama menganjurkan setiap muslim untuk senantiasa bertaubat kepada Allah SWT. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Islam dapat memperbanyak taubat dan istighfar agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik di bulan mulia tersebut.
Adapun syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahumullah, yaitu:
"Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya." (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14:61)
Inilah yang disebut sebagai taubat nasuha, yakni taubat yang tulus dan murni. Semoga Allah SWT menerima taubat hamba-hamba-Nya sebelum memasuki bulan Ramadhan, sehingga umat Islam dimudahkan dalam melaksanakan berbagai kebaikan di dalamnya.
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon ampunan dari Allah adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
Latin: Allahummagh-firlii khathii-atii, wa jahlii, wa israfii fii amrii, wa maa anta a'lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khatha-i wa 'amdii, wa kullu dzalika 'indii.
Artinya: Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan. (HR Bukhari nomor 6398 dan Muslim nomor 2719)
6. Memohon Kemudahan kepada Allah SWT
Segala kemudahan dalam beramal tidak lain merupakan pertolongan dan kehendak Allah SWT semata. Oleh karena itu, hendaklah setiap muslim senanrtiasa berserah diri dan bertawakkal kepada Allah SWT dalam menjalani ibadah, termasuk di bulan Ramadhan.
Perbanyaklah memanjatkan doa kepada Allah agar diberi kemudahan dalam menjalankan berbagai ibadah, baik shalat malam, puasa, sedekah, mengkhatamkan Qur'an dan amal kebaikan lainnya.
Berikut doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon kemudahan kepada Allah SWT:
a. Doa Memohon Kemudahan #1
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Latin: Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah." (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi 'Umar, Ibnus Suni dalam 'Amal Yaum wal Lailah)
b. Doa Memohon Kemudahan #2
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ
Latin: Allahumma inni as-aluka fi'lal khairaat wa tarkal munkaraat.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran." (HR Tirmidzi nomor 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani)
Demikianlah penjelasan mengenai tarhib Ramadhan, mulai pengertian, tujuan, hingga contoh amalannya. Semoga bermanfaat!
