Puasa Ramadhan 2026: Jadwal Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan An-Nadzir

Puasa Ramadhan 2026: Jadwal Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan An-Nadzir

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 01 Feb 2026 06:30 WIB
Puasa Ramadhan 2026: Jadwal Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan An-Nadzir
Foto: Ilustrasi puasa Ramadhan. (Gemini AI)
Makassar -

Tak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan 2026, salah satu bulan penuh berkah dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam yang telah memenuhi syarat, diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan dilakukan dengan metode yang berbeda antara pemerintah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan jemaah An-Nadzir. Perbedaan cara penentuan inilah yang membuat awal Ramadhan di Indonesia terkadang jatuh pada tanggal yang berbeda.

Apakah di tahun 2026, puasa Ramadhan akan dimulai secara serentak antara pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan An-Nadzir atau malah berbeda?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengetahuinya, berikut detikSulsel menyajikan jadwal puasa Ramadhan 2026 versi pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan jemaah An-Nadzir. Yuk, disimak!

Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, pemerintah memprakirakan puasa Ramadhan 2026 dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, jadwal tersebut masih bersifat perkiraan dan bisa berubah karena penetapan resmi 1 Ramadhan baru dilakukan setelah pemantauan hilal.

ADVERTISEMENT

Pemantauan hilal biasanya dilakukan pada akhir bulan Syaban untuk melihat munculnya bulan baru, bulan Ramadhan. Hasil pemantauan tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat yang melibatkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, ahli falak, serta instansi terkait.

Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Versi NU

Prakiraan awal Ramadhan 2026 versi NU jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sama seperti perkiraan pemerintah. Jadwal tersebut tercantum dalam Kalender Almanak NU sebagai acuan awal.

Meski sudah ada perkiraan tanggal, NU tetap akan melakukan pemantauan hilal pada akhir bulan Syaban untuk menetapkan awal Ramadhan 2026 secara resmi. Penetapan ini dilakukan setelah memastikan hasil pengamatan sesuai dengan kriteria yang digunakan.

Melansir laman resminya, NU menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu rukyatul hilal atau pengamatan langsung dan hisab hakiki imkan rukyat sebagai alat bantu perhitungan. Namun, keputusan akhir penetapan awal bulan, termasuk Ramadhan, tetap didasarkan pada hasil rukyatul hilal.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, organisasi Muhammadiyah metode hisab hakiki wujudul hilal. Mengacu pada penjelasan di laman resmi Muhammadiyah, metode hisab wujudul hilal adalah perhitungan posisi Matahari dan Bulan secara ilmu falak untuk menentukan sudah terlihatnya hilal sebagai penanda bulan baru Hijriah. Bulan baru terjadi jika ketinggian hilal sudah di atas nol derajat dan terjadi ijtima' sebelum Matahari terbenam.

Oleh karena itu, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan lebih dulu melalui Kalender Hijriah Tunggal Global (KHGT).

Berdasarkan KHGT tersebut, Muhammadiyah menetapkan puasa Ramadhan 2026 dimulai pada Rabu, 18 Februari. Jadwal ini sehari lebih dulu dari prakiraan jadwal awal Ramadhan 2026 versi pemerintah dan NU.

Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Versi An-Nadzir

Jemaah An-Nadzir Gowa memperkirakan awal puasa Ramadhan 1447 H akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Perkiraan ini merupakan hasil pemantauan awal bulan yang masih terus berjalan.

An-Nadzir menentukan awal puasa Ramadhan 2026 dengan memantau pergerakan Bulan sejak masuk bulan Syaban 1447 H. Tim pemantau juga memperhatikan waktu terjadinya konjungsi atau pergantian bulan, serta mengamati fase bulan purnama untuk membantu memperkirakan sisa hari dalam bulan Syaban.

"Karena ada juga Hadits nabi untuk mencukupkan Syaban 30 hari. Kemudian, adanya fenomena alam ttg akan terjadinya gerhans matahari cincin, itu juga salah satu petunjuk tentang pergantian bulan," kata Pimpinan Jemaah An-Nadzir Gowa Samiruddin Pademmui kepada detikSulsel, Sabtu (31/1/2026).

"Jadi estimasi sementara sekarang ini, boleh jadi jamaah An-Nadzir akan mulai puasa 1 Ramadhan 1447 di tanggal 18 Februari 2026," sambungnya.

Berapa Hari Lagi Bulan Puasa 2026?

Jika mengacu pada pemerintah dan NU yang memprakirakan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka waktu menuju awal puasa masih tersisa 19 hari lagi. Artinya, umat Islam yang mengikuti penetapan pemerintah dan NU diperkirakan mulai berpuasa pada tanggal tersebut.

Sementara itu, berdasarkan jadwal versi Muhammadiyah dan jemaah An-Nadzir, puasa Ramadhan 2026 dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, tersisa 18 hari lagi menuju bulan puasa Ramadhan 1447 H/ 2026 M.

Itulah detikers, jadwal puasa Ramadhan 2026 versi pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan jemaah An-Nadzir. Semoga membantu!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads