Seorang anggota polisi menendang ban bekas yang terbakar saat demo di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ban yang terbakar mengarah ke massa demo hingga lima orang dilaporkan mengalami luka bakar.
"Kemarin itu teman kami ada lima orang terkena api saat ban ditendang oknum polisi tersebut," ujar koordinator aksi, Riski kepada detikcom, Sabtu (7/2/2026).
Riski mengatakan insiden tersebut terjadi saat aksi di depan kantor Inspektorat Muna Barat, Jumat (6/2) siang. Saat itu, mereka menggelar demonstrasi terkait dugaan korupsi dana desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin itu sudah mau selesai, sisa diskusi. Tapi tiba-tiba datang dari belakang oknum polisi ini langsung menendang ban," bebernya.
Dia mengungkapkan sebanyak lima orang dari massa aksi terkena percikan api dari ban yang terbakar itu. Dua orang mengalami luka bakar serius dan tiga lainnya merasakan perih.
"Sekarang kondisi teman kami itu dua yang mengalami luka bakar di kaki, dan tiga lainnya itu masih perih di bagian kaki," tuturnya.
Riski meminta agar pimpinan Polres Muna bisa menindak lanjuti insiden tersebut. Pihaknya juga akan melaporkan kejadian itu jika tidak ada tindak lanjut atau sanksi terhadap oknum polisi itu.
"Ya kami minta ke Kapolres Muna agar menindak anggotanya, kami juga akan membuat aduan," tuturnya.
Kasi Humas Polres Muna Iptu M. Jufri angkat bicara terkait video viral tersebut. Dia memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden saat pengamanan aksi unjuk rasa itu.
"Tindakan anggota tersebut dilakukan dalam situasi pengamanan aksi, dengan tujuan menyingkirkan objek yang berpotensi membahayakan keselamatan umum, baik bagi massa aksi maupun petugas," ujarnya kepada detikcom.
Meski demikian, Jufri menegaskan setiap anggota tetap wajib bertindak sesuai prosedur dan prinsip profesionalitas. Saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal untuk mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh.
"Pimpinan menegaskan bahwa setiap tindakan anggota Polri harus sesuai SOP, sehingga kami lakukan pemeriksaan internal untuk memastikan kejadian ini secara objektif," pungkasnya.
