PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memutuskan untuk menunda keberangkatan kapal feri rute lintas pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar. Penundaan ini dilakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di perairan tersebut.
"Betul sekali. Jadi itu tidak cuma yang ke Bira-Pattumbukan-Kayuadi-Jinato-Jampea-Bonerate-Kalaotoa," ujar General Manager ASDP Cabang Selayar Fauzie Akhmad kepada detikSulsel, Minggu (1/2/2026).
Fauzie menjelaskan kebijakan penundaan ini didasarkan pada pertimbangan faktor keselamatan pelayaran. Hal tersebut bukan pertama kalinya terjadi mengingat kondisi cuaca yang sering berubah di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditunda. Memang ini bukan hal yang baru kali ini, sebelumnya juga pernah mengalami penundaan gitu. Karena kami tetap mengutamakan keselamatan," katanya.
Keputusan ini juga diperkuat dengan adanya peringatan dini dari BMKG yang memprediksi tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Selain gelombang tinggi, kecepatan angin di wilayah tersebut terpantau mencapai 6 hingga 25 knot.
Melalui surat pengumuman resmi nomor OP.005/02/II/ASDP.SLY-2026, KMP Takabonerate dipastikan tidak diberangkatkan pada Senin (2/2). Penundaan jadwal ini berlaku untuk lintasan Bira, Pattumbukan, Kayuadi, Jinato, Jampea, Bonerate, hingga Kalaotoa.
"Termasuk tadi (Minggu) juga yang dari Bira ke Pamatata maupun sebaliknya itu juga off siang tadi. Kalau yang hari ini (Minggu) trip I pertama jalan, tapi trip berikutnya off karena cuaca tidak mendukung. Memang kencang sekali tadi anginnya," jelasnya.
Kondisi serupa juga berdampak pada pelayaran lintas provinsi menuju Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur. Pihak ASDP saat ini masih terus memantau perkembangan cuaca sebelum kembali mengoperasikan kapal.
"Sama. Itu kan posisinya bukan dari sini (tapi dari Sulawesi Tenggara dan NTT). Jadi memang saat ini kapal-kapal ini masih menunggu perkembangan cuaca," bebernya.
ASDP menegaskan layanan penyeberangan akan tetap dihentikan sementara hingga situasi perairan dinyatakan aman. Hal ini dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut akibat cuaca ekstrem.
"Kalaupun memang belum ada kabar cuaca yang bagus, kami akan sementara masih off-kan dulu gitu, sampai ada perkembangan," kuncinya.
(asm/hsr)











































