Ular Piton 7 Meter Masuk Permukiman Warga di Selayar, Damkar Evakuasi

Ular Piton 7 Meter Masuk Permukiman Warga di Selayar, Damkar Evakuasi

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Minggu, 01 Feb 2026 17:18 WIB
Ular Piton 7 Meter Masuk Permukiman Warga di Selayar, Damkar Evakuasi
Foto: Ular piton sepanjang 7 meter dievakuasi dari permukiman warga di Kabupaten Kepulauan Selayar. (Foto: Istimewa)
Selayar -

Seekor ular piton sepanjang kurang lebih 7 meter masuk ke permukiman warga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan Selayar turun tangan mengevakuasi hewan melata itu.

"Dia (pemilik rumah) telepon katanya ada ular sekitar 6-7 meter. Pelapornya sudah takut dan tidak mau keluar ke jalan karena ular itu posisinya pas di jalan keluar," ujar Danru Posko Induk Damkar Selayar Muhammad Nawir kepada detikSulsel, Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ini terjadi di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Sabtu (31/1) sekitar pukul 19.30 Wita. Warga bernama Baskar kaget melihat ular tersebut saat hendak pulang ke rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemilik rumahnya kan tinggal di dalam lorong itu. Pas pulang ke rumah, dia lihat ular. Dia lihat ular itu tepat di depan rumahnya," katanya.

Posisi ular berada di jalan setapak yang menjadi akses keluar masuk rumah. Kepala ular muncul dari arah kebun menuju jalan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Di luar rumah, di jalan setapak. Kepalanya sekitar satu langkah dari kebun ke setapak, dia muncul di situ," jelasnya.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi memutuskan tidak menggunakan alat penjepit ular. Ukuran ular yang besar dinilai berisiko membuat alat tersebut patah saat proses evakuasi.

"Terus sampai di sana, kebetulan kami bawa penjepit ular. Tapi, pas dilihat ukuran ularnya yang besar, kayaknya tidak bisa pakai itu, nanti patah," bebernya.

Proses evakuasi berlangsung cukup tegang karena ular sempat memberikan perlawanan. Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menaklukkan reptil tersebut.

"Karena kepalanya sudah diamankan, jadi badannya yang mau melilit. Eksekusinya jam 19.40, selesainya jam 20.07," sebutnya.

Nawir mengungkapkan ini merupakan laporan kedua terkait penemuan ular di Desa Parak pada hari yang sama. Sebelumnya petugas juga mengevakuasi ular kecil yang memangsa ternak warga di lokasi berbeda.

"Kemarin itu sudah dua kali laporan sebenarnya di daerah Parak. Tapi, yang satunya kecil, kepalanya sekitar dua jari saja. Itu kejadian siang di kandang ayam, sudah makan dua ekor ayam," ungkapnya.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ular selama musim hujan berlangsung. Kondisi hutan yang tergenang air membuat ular keluar dari habitatnya untuk mencari tempat berlindung dan sumber makanan di permukiman.

"Untuk musim-musim hujan seperti ini memang rawan. Harus lebih berhati-hati karena air di hutan banyak, jadi ular cari tempat berlindung dan cari makan ke pemukiman," pungkasnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads