Polisi mendalami penyebab kebakaran yang menghanguskan 100 bangunan di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Polisi menaksir kerugian materiil akibat kebakaran itu mencapai Rp 22 miliar.
"Kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 22 miliar. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut," kata Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Roberth pun meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi penyebab kebakaran pasalnya masih dalam penyelidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kebakaran," ujarnya.
Roberth juga meminta semua pihak mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Dia memastikan api di lokasi sudah padam.
"Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran telah dapat dikendalikan," bebernya.
Dia menambahkan pihaknya masih melakukan pendataan bangunan yang terdampak kebakaran. Proses pendataan terkendala karena pemilik rumah dan kios yang terbakar sudah mengungsi ke rumah kerabat.
"Sementara itu, pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api masih belum dimintai keterangan karena keberadaannya belum diketahui," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 100 unit bangunan hangus terbakar di wilayah Giling Batu hingga pertengahan Kogome, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada Rabu (28/1). Bangunan terbakar berupa rumah warga, kos-kosan, kios sembako hingga toko bangunan.
"Kebakaran menghanguskan sekitar 100 unit bangunan milik warga dan pedagang yang terdiri dari kios sembako, toko bangunan, rumah makan, kos-kosan, kios pakaian, serta rumah tinggal masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Kamis (29/1).
