Heboh Warga Temukan Kupu-kupu Gajah di Rammang-rammang Maros

Muhammad Subhan - detikSulsel
Rabu, 28 Jan 2026 18:05 WIB
Foto: Warga Rammang-rammang, Maros, heboh dengan penemuan kupu-kupu gajah. (dok. istimewa)
Maros -

Warga dibuat heboh dengan penemuan diduga seekor kupu-kupu gajah atau attacus atlas di kawasan wisata Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kupu-kupu itu berukuran besar, lebih besar dari dua telapak tangan orang dewasa.

"Ini baru pertama kali muncul (di sini), kupu-kupu ini cukup langka. Itu Kupu-kupu Gajah atau Atlas moth," kata warga Rammang-rammang, Nasrul (31) kepada detikSulsel, Rabu (28/1/2026).

Nasrul menemukan kupu-kupu itu di Kampung Berua, Dusun Rammang-rammang, Kecamatan Bontoa, pada Jumat (23/1) sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu, Nasrul sedang memandu wisatawan asing di kawasan Rammang-rammang.

"Waktu itu sedang guiding dan posisi sedang istirahat di warung kelapa muda Padang Ammarrung tidak lama kemudian kupu-kupu itu terbang mendekat dan terbang cukup rendah dan terjatuh di tanah," katanya.

"Mungkin terlampau berat dan sayap yang besar sehingga menyulitkan baginya untuk terbang tinggi sehingga saya berinisiatif menangkap dan saya bawa ke tamu bule yang saya antar," lanjut Nasrul.

Menurut Nasrul, wisatawan asing yang melihat kupu-kupu itu tampak kaget. Pasalnya kupu-kupu itu memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari kupu-kupu pada umumnya.

"Tamu kaget bilang have you this Butterfly? OMG It's huge (apakah kupu-kupu ini milikmu? Ya ampun itu besar sekali)," kata Nasrul.

Dia menyebutkan kupu-kupu yang ditemukan memiliki sayap sepanjang 25 cm. Menurutnya, usia kupu-kupu jenis ini hanya sekitar 1 sampai 2 pekan lebih singkat dari kupu-kupu pada umumnya.

"Untuk ukuran bentang sayap kira-kira 20-25 cm atau 2 telapak tangan pria dewasa. Kupu-kupu ini hanya bisa bertahan hidup 1 sampai 2 minggu. Kalau kupu-kupu biasa umurnya sampai 28 hari," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa kupu-kupu tersebut sudah mati. Kupu-kupu itu kini disimpan di rumah salah seorang warga namun tidak diawetkan.

"Sudah mati dan tidak diawetkan tapi salah satu warga yang tinggal di kampung masih menyimpannya," imbuhnya.

Sementara Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) Abdul Rajab mengaku belum menerima informasi terkait penemuan Kupu-kupu Gajah tersebut. Namun dari foto yang dilihat, dia mengatakan itu sejenis ngengat.

"Saya belum dapat infonya ini (penemuan Kupu-kupu Gajah). Ini (menunjuk foto) kupu-kupu malam atau Ngengat," kata Rajab dikonfirmasi terpisah.

Dia mengungkapkan bahwa ngentat memang banyak di kawasan TN Babul. Dia kembali menegaskan bahwa kupu-kupu dalam foto yang dilihatnya jenis ngengat.

"Banyak di kawasan TN Babul. Setahu saya kupu-kupu yang agak besar berwarna coklat buram masuk kriteria ngengat," pungkasnya.



Simak Video "Santai Sejenak Menikmati Alam di Penginapan Rammang-Rammang, Makassar"

(hsr/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork