Massa di Luwu Buka Blokade Jalan Usai Ditemui Pejabat Intelkam Mabes Polri

Massa di Luwu Buka Blokade Jalan Usai Ditemui Pejabat Intelkam Mabes Polri

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Rabu, 28 Jan 2026 13:42 WIB
Direktur Politik Baintelkam Polri Brigjen Dwi Suryo Cahyono menemui massa aksi di Walenrang, Luwu. Dokumen Istimewa
Foto: Direktur Politik Baintelkam Polri Brigjen Dwi Suryo Cahyono menemui massa aksi di Walenrang, Luwu. Dokumen Istimewa
Luwu -

Massa unjuk rasa pemekaran Luwu Raya di Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya membuka jalan yang diblokade menggunakan pohon kayu selama lima hari terakhir. Pembukaan blokade jalan terjadi usai massa ditemui Direktur Politik Baintelkam Polri Brigjen Dwi Suryo Cahyono.

Blokade yang dibuka tersebut yakni di Jalan Trans Sulawesi, Desa Lalong dan Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang, Luwu, Selasa (27/1) malam. Dwi menuturkan pembukaan tersebut adalah kesepakatan dengan massa aksi.

"Terimakasih, adik-adik yang sudah 5 hari ini di sini, kami melihat secara empati perjuangan teman-teman semua terkait pembentukan Luwu Tengah, hari ini bersama masyarakat dan mahasiswa dengan mengucap bismillah kita buka sama-sama (blokade jalan)," ujar Dwi Suryo di hadapan massa aksi, Selasa (27/1/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga melihat secara empati, kepada pejuang pencari nafkah sopir truk semua yang telah berapa hari disini. Seperti yang dikatakan Yandi (Korlap aksi) tadi, tidak ada paksaan dalam pembukaan ini, kita sepakat atas dasar empati," jelasnya.

Selain itu, Dwi mengaku telah telah menemui sejumlah kepala daerah di Luwu Raya. Dia memastikan pihaknya akan mencari solusi terhadap keinginan massa aksi.

ADVERTISEMENT

"Kita komunikasi carikan solusinya sama-sama," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat (PP) IPMIL Luwu, Yandi mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat dalam aksinya lima hari terakhir. Menurutnya, aksi tersebut berjalan lancar tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar.

"Terimakasih kepada masyarakat Walmas yang berdiri bersama mahasiswa," ucapnya.

Yandi menyebut keputusan pembukaan blokade bukanlah intervensi dari pihak manapun. Dia menegaskan, ini adalah keputusan internal lembaga melalui pertimbangan yang matang.

"Tanpa ada yang memerintahkan kami, malam ini kami membuka blokade yang telah 5 hari kami tutup," tegasnya.



(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads