Polisi Periksa Pendeta-Panitia Buntut 94 Jemaat Gereja di Manado Keracunan

Sulawesi Utara

Polisi Periksa Pendeta-Panitia Buntut 94 Jemaat Gereja di Manado Keracunan

Fistel Mukuan - detikSulsel
Minggu, 18 Jan 2026 18:30 WIB
Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto
Foto: Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto. (dok. istimewa)
Manado -

Polisi memeriksa sambilan orang saksi terkait kasus dugaan keracunan makanan terhadap 94 jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Saksi yang diperiksa di antaranya pendeta, ketua panitia ibadah hingga penyedia makanan.

"Betul, 9 orang saksi yang sudah diperiksa," kata Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto kepada detikcom, Minggu (18/1/2026).

Mereka yang telah dimintai keterangan adalah Ketua Jemaat Mawar Sharon (Gembala) Pendeta Stenly Frengky Pahibe, Ketua Panitia Prisilia Paruntu. Selain itu, polisi juga telah mengambil keterangan lima orang korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah melakukan interogasi kepada 9 orang, di antaranya ketua jemaat Mawar Sharon, ketua panitia acara ibadah serta pengelola makanan dan 5 orang jemaat yang keracunan," jelasnya.

Pengelola makanan yang diperiksa berjumlah dua orang bernama Vera Ivone Christin Mogot dan Jeny Maarisit. Sementara lima korban masing-masing bernama Isak Kolomdam, Melky Paparang, Andre Fernando Panjaitan, Injelia Hati Bae dan Charlalisa Manalip.

ADVERTISEMENT

"Pengelola makanan dua orang yang diperiksa yaitu Vera Ivone Christin Mogot yang memasak Tuna RW dan Jeny Maarisit pengelola makanan tuna sate bumbu garo," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi di Gereja Mawar Sharon, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, pada Jumat (16/1). Peristiwa tersebut terjadi setelah pelaksanaan ibadah yang berlangsung sejak pagi hari.

"Tercatat sekitar 94 orang jemaat menjalani perawatan dan observasi di sejumlah rumah sakit," ujar Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono dalam keterangannya, Minggu (18/1).

Kapolsek Malalayang AKP Jusman Mori menambahkan sampel makanan yang diduga penyebab korban keracunan telah disita. Unit Inafis Polresta Manado juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Mengamankan dua jenis sampel makanan untuk kepentingan penyelidikan. Unit Inavis Polresta Manado untuk lakukan olah TKP dan menyerahkan sampel makanan tersebut guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads