Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November menjadi salah satu momen penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Melalui peringatan ini, masyarakat Indonesia kembali mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan di medan perang.
Peringatan Hari Pahlawan ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menyebarkan semangat perjuangan. Salah satu caranya adalah melalui quote atau kutipan inspiratif.
Quote Hari Pahlawan seringkali mampu menyentuh hati dan memotivasi generasi penerus agar berinisiatif melanjutkan perjuangan. Kutipan ini tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mendorong generasi muda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah bagi detikers yang ingin merayakan Hari Pahlawan 2025 dengan membagikan quotes, berikut detikSulsel menyajikan 45 quotes dari para pahlawan bangsa. Yuk, disimak!
Quotes Hari Pahlawan
- "Bila kami diserang, maka kami akan mempertahankan diri dan menyerang kembali dengan segenap kemampuan yang ada. Kami berada di pihak yang benar. Kami ingin mempertahankan kebenaran dan kemerdekaan negeri kami." -Sultan Hasanuddin
- "Lemah badan bukan alasan untuk tunduk, sebab jiwa bisa lebih tajam dari keris." -Nyi Ageng Serang
- "Tidak ada ketakutan bagi mereka yang memperjuangkan kebenaran." -Teuku Cik Di Tiro
- "Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi." -Bung Hatta
- "Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura Pattimura muda akan bangkit." -Pattimura
- "Kobarkan semangat berjuang di setiap jengkal langkah kita." -Bung Tomo
- "Politik bukan alat kuasa, tetapi alat menjaga martabat bangsa." -Ida Anak Agung Gde Agung
- "Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku!"-Silas Papare (pejuang Irian Barat)
- "Kemerdekaan nasional bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya." -Sutan Syahrir
- "Semangat pemuda Indonesia. Selamat Hari Pahlawan. Siapa kita? Kita Indonesia dan kita bisa!" -Bung KarnoADVERTISEMENT
- "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya." -Bung Karno
- "Wanita yang cerdas akan melahirkan bangsa yang kuat." -Raden Dewi Sartika
- "Kalau kita sudah mau mengusir penjajah, sepakat membela, jangan sampai diberi muka, jangan sampai menyerah, haram dijamah penjajah, haram diriku di penjara, haram negeriku dijajah." -Pangeran Antasari
- "Nyanyian bisa menjadi api dalam dada bangsa." -Wage Rudolf Supratman
- "Selama banteng-banteng indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan menyerah kepada siapapun juga." -Bung Tomo
- "Aku adalah pejuang! Sebagai pejuang, tugasku adalah berjuang. Soal kalah atau menang, itu bukan urusanku, karena tugasku adalah berjuang!" -Pangeran Diponegoro
- "Laut bukan penghalang, tapi jalan menuju kehormatan." -Laksamana Malahayati
- "Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita." -Bung Hatta
- "Kemerdekaan adalah amanah Tuhan yang harus dijaga dengan iman dan ilmu." -Ki Bagus Hadikusumo
- "Aku rela mati demi harga diri dan tanah airku, sebab kehormatan tidak bisa dibeli." -Ratu Kalinyamat
- "Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri." -Bung Hatta
- "Kemerdekaan harus dijaga dengan kejujuran, bukan sekadar semangat." -Kasman Singodimedjo
- "Kebebasan berpikir adalah bentuk pertama dari kemerdekaan." -Sutan Sjahrir
- "Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang." -Cut Nyak Dhien
- "Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator." -HOS Tjokroaminoto
- "Berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga." -Tan Malaka
- "Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapa pun juga." -Jenderal Soedirman
- "Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "Aku tidak dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung". -RA Kartini
- "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri." -Mohammad Yamin
- "Saat terbaik untuk membuktikan bahwa kita adalah pemenang yaitu saat ketika kita tampak kalah." -Cut Nyak Dhien
- "Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka." -Bung Tomo
- "Hidup untuk rakyat, mati untuk kehormatan." -Pangeran Antasari
- "Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan." -Dr Cipto Mangunkusumo
- "Perjuangan kita sekarang ini tak lain dari perjuangan untuk mendapat kebebasan jiwa bangsa kita. Kedewasaan bangsa kita hanya jalan untuk mencapai kedudukan sebagai manusia dewasa bagi diri kita." -Sutan Syahrir
- "Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang." -Abdul Muis
- "Jangan berharap hidup tenang selama kemerdekaan belum penuh." -Sisingamangaraja XII
- "Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!" -Ir Soekarno
- "Tanah ini bukan milik segelintir orang, tetapi rumah bagi semua anak Indonesia." -Frans Kaisiepo
- "Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu." -RA Kartini
- "Perempuan bukan bayangan, tetapi cahaya dalam rumah tangga dan bangsa." -Maria Walanda Maramis
- "Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita." -Bung Hatta
- "Tubuh ini boleh lemah, tapi keberanian tidak pernah pudar." -Martha Christina Tiahahu
- "Karena kewajiban kamulah untuk tetap pada pendirian semula, mempertahankan dan mengorbankan jiwa untuk kedaulatan negara dan bangsa kita seluruhnya." -Jenderal Soedirman
- "Seorang pemimpin sejati tidak hanya memerintah, tetapi menuntun." -HOS Tjokroaminoto
- "Hukum hanya punya arti jika berdiri bersama rakyat, bukan di atasnya." -Mr Iwa Kusumasumantri
Sejarah Singkat Hari Pahlawan
Hari Pahlawan merujuk pada puncak perlawanan masyarakat Indonesia pada pertempuran Surabaya yang pecah pada 10 November 1945. Pertempuran ini menjadi perang pertama antara Indonesia dan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan, sekaligus menjadi salah satu perang terbesar dalam sejarah revolusi nasional Indonesia.[1]
Peristiwa ini dipicu oleh kedatangan pasukan sekutu yang terdiri dari tentara Inggris dan Belanda, yang dikenal Nederlandsch-Indische Civiele Administratie (NICA) atau pemerintahan sipil Hindia Belanda di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Mereka datang untuk mengamankan tawanan perang dan melucuti senjata tentara Jepang.
Kemudian pada 27 Oktober 1945, pasukan yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sother Mallaby tersebut mendirikan pos pertahanan di berbagai titik kota. Mereka menyerbu penjara dan membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Indonesia.
Tidak hanya itu, pasukan sekutu juga menyuruh rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang dimiliki. Namun, perintah itu justru langsung ditolak dengan tegas oleh Indonesia.
Pada 28 Oktober 1945, pasukan Indonesia di bawah komando Bung Tomo melancarkan serangan terhadap pos-pos pertahanan sekutu. Perlawanan tersebut berhasil merebut kembali sejumlah lokasi penting, hingga pada 29 Oktober 1945, kedua pihak sepakat melakukan gencatan senjata.
Meski begitu, bentrokan bersenjata antara masyarakat dan tentara Inggris tetap terjadi di beberapa tempat di Surabaya. Ketegangan memuncak ketika Brigadir Jenderal Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945 dan hal itu membuat Inggris marah besar.
Kematian Mallaby tersebut akhirnya memicu dikeluarkannya ultimatum oleh penggantinya yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh. Ultimatum berisikan perintah kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan sebelum pukul 06.00 pagi pada 10 November 1945.
Namun, rakyat Surabaya menolak tunduk sehingga pecahlah pertempuran besar yang berlangsung sekitar tiga minggu. Pertempuran tersebut membuat Surabaya berubah menjadi neraka, sekitar 20.000 pejuang Indonesia gugur, sementara dari pihak Inggris tercatat sekitar 1.600 prajurit tewas dan terluka.[2]
Keberanian dan pengorbanan rakyat Surabaya dalam pertempuran tersebut membuat kota Surabaya dijuluki sebagai "Kota Pahlawan". Dari peristiwa inilah, tanggal 10 November kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, untuk mengenang semangat juang para pahlawan bangsa.
Beberapa tokoh penting yang berperan besar dalam pertempuran ini antara lain KH Hasyim Asy'ari, Gubernur Surabaya Suryo, Bung Tomo, dan Moestopo. Mereka menjadi simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan kembali.[1]
Referensi:
[1] Laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu).
[2] Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan 2025 dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Demikianlah 45 quotes Hari Pahlawan yang bisa dibagikan untuk menghormati perjuangan para pahlawan bangsa. Semoga membantu!
(alk/alk)











































