13 Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW: Wujud Cinta Rasul-Jalan Menuju Surga

13 Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW: Wujud Cinta Rasul-Jalan Menuju Surga

Yaslinda Utari Kasim - detikSulsel
Jumat, 29 Agu 2025 23:00 WIB
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad
Ilustrasi (Foto: Freepik/freepik)
Makassar -

Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Peringatan ini tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana memperkuat cinta kepada Nabi.

Di balik peringatan Maulid Nabi, tersimpan banyak hikmah yang dapat dipetik umat muslim. Momen ini menjadi pengingat untuk memperbanyak amal saleh, bersalawat, hingga meneladani perilaku mulia Rasulullah SAW."

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Berikut ini 13 hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dari wujud cinta kepada Rasulullah hingga menjadi jalan menuju surga. Simak, yuk!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ungkapan Rasa Senang atas Lahirnya Rasulullah

Menukil buku Menggapai Berkah di Bulan Hijriyah oleh Siti Zumratus Sa'adah, peringatan Maulid Nabi merupakan ungkapan rasa kesenangan dan kegembiraan atas lahirnya Rasulullah SAW. Manfaat atas kelahirannya bahkan dirasakan oleh sebagian orang kafir.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, salah satu contohnya yaitu Abu Lahab diringankan siksaannya setiap hari Senin karena telah memerdekakan budaknya bernama Tsuwaibah. Ia melakukan hal tersebut ketika mendapat kabar gembira bahwa keponakannya Muhammad telah lahir.

ADVERTISEMENT

Al-Hafizh Ad-Dimasyqi mengatakan jika seorang kafir seperti Abu Lahab saja mendapatkan keringanan karena rasa gembiranya, maka seorang mukmin tentu akan memperoleh balasan yang lebih besar. Ia berkata:

"Jika keringanan itu didapatkan oleh seorang kafir yang telah dicela oleh Al-Qur'an dengan kata 'Tabbat yadaa Abii Lahabin Wa tabb' dan telah di-cap dalam Al-Qur'an akan masuk neraka untuk selamanya, maka bagaimana jika yang gembira itu adalah seorang yang beriman dan menghabiskan seluruh umurnya dengan mencintai Rasulullah dan mati dalam keadaan Islam?".

2. Mendorong Umat Muslim Beramal Saleh

Hikmah Maulid Nabi yang bisa dipetik selanjutnya yaitu mendorong umat muslim untuk beramal saleh. Rasulullah SAW sendiri memuliakan hari kelahirannya serta bergembira dengan cara berpuasa.

Sebagaimana diriwayatkan Abu Qatadah:

"Rasulullah ditanya tentang puasanya di hari senin?" dan beliau Menjawab: "Di hari itu aku dilahirkan, dan di hari itu pula Allah menurunkan wahyu kepadaku."

Pada momen ini, umat muslim sebaiknya bergembira dengan berpuasa, membagikan makanan, berkumpul untuk berzikir, membaca selawat, atau pun mendengarkan syama'il Rasulullah.

3. Memenuhi Perintah Allah SWT

Ungkapan gembira dan senang dengan adanya Rasulullah SAW merupakan perintah Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يجمعون

Artinya: "Katakanlah dengan kurnia Allah dan Rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan Rahmat-Nya itu adalah lebih Baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Yunus: 58)

Allah telah memerintahkan manusia untuk bergembira atas rahmat yang Allah berikan, sedangkan Rasulullah adalah rahmat paling mulia. Bentuk kegembiraan itu bisa dengan merayakan Maulid Nabi.

4. Wujud Rasa Cinta dan Syukur

Maulid Nabi merupakan tradisi Islam yang sangat baik dilakukan oleh hamba Allah SWT. Sebab, merayakannya merupakan wujud rasa cinta sekaligus syukur mendalam atas nikmat Allah SWT yakni lahirnya sang penerang dunia.

Lahirnya Nabi Muhammad merupakan rahmat bagi semua yang ada di alam semesta. Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: "Kita tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semua yang ada di alam semesta." (Al-Anbiya': 107)

5. Mengajak Kaum Muslimin Berselawat kepada Nabi SAW

Hikmah Maulid Nabi berikutnya adalah mendorong umat Islam untuk memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW. Pada momen peringatan kelahiran Nabi, selawat menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan luar biasa.

Allah SWT bahkan tetap menerima selawat meski dibaca dalam keadaan lalai. Setiap selawat yang terucap akan diperlihatkan langsung kepada Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau: "Berselawatlah kepadaku! Karena sesungguhnya selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku."

Di antara salawat yang paling utama untuk dibiasakan adalah Salawat Al-Ibrahimiyah, sebagaimana berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ،و بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya, sebagaimana engkau telah memberi selawat kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan berilah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya, sebagaimana engkau telah memberi keberkahan kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Yang Mulia."

6. Meneguhkan Kembali Cinta kepada Rasulullah SAW

Dinukil dari buku Kisah Maulid Nabi Muhammad oleh Dr Shabri Shaleh Anwar MPdI, Maulid Nabi merupakan momen meneguhkan kembali cinta kepada Rasulullah SAW.

Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW adalah sebuah keniscayaan dan sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada Nabi SAW harus berada di atas segalanya melebihi cinta pada anak, istri, harta, kedudukan, bahkan diri sendiri.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

Artinya: "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai dari ayahnya, anaknya dan manusia seluruhnya" (HR al-Bukhari).

7. Meneladani Perilaku Mulia Nabi Muhammad

Maulid Nabi mengajarkan hikmah bagi umat Islam untuk meneladani sikap dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَن كَانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا )

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)"

8. Melestarikan Ajaran Rasulullah

Maulid Nabi mengingatkan umat muslim untuk melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu. Sesaat sebelum mengembuskan napas terakhir, Rasulullah bersabda:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Artinya: "Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam" (HR Malik).

9. Dibangkitkan Bersama Golongan Utama di Hari Kiamat

Menyadur buku Sirah Nabawiyah Nabi Muhammad SAW dalam Kajian Ilmu Sosial-Humaniora oleh Dr Ajid Thohir, orang merayakan Maulid Nabi akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang-orang saleh dan golongan utama dari nabi-nabi. Orang tersebut juga akan diberi derajat yang tinggi.

Imam Ma'ruf Al-Kharkhi yang juga termasuk generasi salafush shalih yang alim mengatakan:

"Barangsiapa yang menyajikan makanan untuk pembacaan Maulid ar-Rasul, mengumpulkan saudara-saudaranya, menghidupkan pelita, memakai pakaian yang baru dan wangi-wangian, dan menjadikannya untuk mengagungkan kelahiran beliau (Maulid Nabi), Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat beserta golongan yang utama dari nabi-nabi, dan ditempatkan pada tempat (derajat) yang tinggi."

10. Bersama Rasulullah SAW di Surga

Seorang salafus shalih Arif Billah Imam As-Sirri menyampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi dengan dilandasi rasa cinta kepada Rasulullah akan menjadi sebab seseorang dikumpulkan bersama beliau di surga. Ia berkata:

"Barangsiapa menyediakan tempat untuk dibacakan Maulid Nabi Muhammad Saw, sungguh ia menghendaki 'raudhah' (taman) dari taman-taman surga, karena sesungguhnya tiadalah ia menghendaki tempat itu melainkan karena cintanya kepada Rasul. Dan sungguh Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa mencintaiku, ia akan bersamaku di dalam surga.'"

11. Mendapat Beruntung dengan Keimanannya

Hikmah Maulid Nabi selanjutnya yakni orang yang merayakan akan beruntung dengan keimanannya. Imam Junaid al-Baghdadi yang masih termasuk generasi shalafush shalih menuturkan beruntungnya keimanan seseorang yang menghadiri Maulid Nabi. Dia berkata:

"Barangsiapa menghadiri Maulid ar-Rasul dan mengagungkan Rasulullah, ia beruntung dengan keimanannya."

12. Dimudahkan Kebutuhan dan Keinginannya

Menurut Imam Ibn Jauzi, peringatan Maulid Nabi memiliki keutamaan besar bagi umat. Di antaranya adalah terciptanya keadaan aman yang menjadi pencegah musibah, hadirnya kabar gembira sebagai wujud syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, serta terpenuhinya kebutuhan dan keinginan.

Imam Ibn Jauzi berkata:

"Di antara keistimewaan Maulid Nabi adalah keadaan aman (pencegah musibah) pada tahun itu, sebagai kabar gembira, serta segala kebutuhan dan keinginan terpenuhi."

Dengan demikian, Maulid Nabi tidak hanya menjadi momen peringatan sejarah, tetapi juga sarana meraih keberkahan Allah SWT.

13. Menjadi Orang yang Pantas Menempati Surga

Terakhir, hikmah Maulid Nabi yaitu orang yang merayakannya pantas menempati surga yang penuh dengan kenikmatan. Hal ini diungkapkan Imam al-Muhaddits al-Hafizh al-Musnid al-Jami' Abul Khair Syamsuddin Muhammad bin Abdullah al-Jazari asy-Syafi'i.

Sebagaimana penjelasannya sebagai berikut:

"Maka jika Abu Lahab yang kafir dan dicela Al-Quran masih diberi ganjaran kebaikan di dalam neraka karena bergembira pada malam Maulid Nabi, lantas bagaimana dengan seorang Muslim yang mentauhidkan Allah, yang merupakan umat dari Nabi Muhammad Saw yang senang dengan kelahiran beliau dan menafkahkan apa yang mereka mampu demi kecintaannya kepada Nabi Muhammad Saw? Demi Allah, sesungguhnya balasan yang pantas bagi mereka dari Allah Yang Maha Pemurah adalah memasukkan mereka dengan anugerah-Nya ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan."

Itulah rangkaian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat dipetik dari momen peringatannya. Semoga menambah wawasan, detikers!




(urw/urw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads