Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng Selle Ks Dalle mengatakan dibutuhkan sekitar 500 kantong darah per bulannya di Soppeng. Selle yang juga wakil bupati Soppeng mendorong ASN hingga pelajar rutin melakukan donor darah.
"Kebutuhan darah kita di Soppeng setiap bulannya 300 sampai 500 kanton, namun donor sukarela baru ada sekitar 30 persen dari kebutuhan," kata Selle kepada detikSulsel, Jumat (29/8/2025).
Selle menegaskan komitmennya dalam mendukung ketersediaan darah. Dia pun mencanangkan program PMI Soppeng Satukan Rasa yang artinya setiap rumah terdapat satu orang pendonor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk memenuhi kebutuhan darah kita punya program PMI Soppeng Satukan Rasa yang artinya satu rumah, satu pendonor darah," bebernya.
Selle mengatakan, kebutuhan darah di PMI bersifat mendesak dan harus selalu terpenuhi agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Sebab, stok darah saat ini di Unit Transfusi Darah (UTD) hanya 60 kantong yang terdiri dari darah A 25 kantong, darah B 11 kantong, darah 0 25 kantong, dan darah AB sama sekali tidak ada.
"Oleh karena itu, Pemkab Soppeng akan mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara, pelajar, organisasi kemasyarakatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah. Untuk rencana yang satu rumah, satu pendonor juga segera akan kami sosialisasikan," imbuhnya.
Selain mengoordinasikan kegiatan donor darah berkala, PMI juga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, instansi kesehatan, rumah ibadah, serta perusahaan swasta. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan budaya kepedulian sosial.
"Kita menjalin kerjasama dengan semua instansi, minggu lalu kami donor darah di Kantor Camat Ganra, kemarin di Kejaksaan Negeri Soppeng. Ini akan terus berlanjut untuk memastikan kebutuhan darah di PMI Soppeng selalu terpenuhi," jelasnya.
(hsr/asm)