Hidup manusia penuh dengan dinamika-ada sukacita, ada pula kesulitan yang menguji iman. Namun, sebagai orang beriman, kita diingatkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Allah selalu hadir, menyertai setiap langkah kita, bahkan di saat kita merasa lemah atau tak berdaya.
Pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 ini, gereja mengajak kita untuk merenungkan bagaimana penyertaan Allah menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan hidup. Dengan menyadari kasih dan bimbingan-Nya, kita dipanggil untuk tetap setia, berani, dan percaya, bahwa bersama Allah, kita mampu melewati segala tantangan.
Renungan hari ini mengangkat tema "Allah Menyertaimu" dikutip dari buku Inspirasi Pagi (LBI) oleh M Constantin FSGM. Renungan ini juga dilengkapi dengan daftar bacaan.
Yuk, disimak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Harian Katolik Hari Ini, 29 Agustus 2025
Berikut ayat Alkitab yang dapat dijadikan sebagai bahan renungan:
Bacaan I: Yer. 1:17-19
Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
Mazmur Tanggapan: Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji,
mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Bacaan Injil: Mrk. 6:17-29
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Renungan Hari Ini: Allah Menyertaimu
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, setiap hari kita mengalami peperangan dalam hidup, baik perang melawan keinginan diri yang tidak beraturan maupun perang dari pengaruh negatif yang datang dari luar. Dari dalam diri, kadang muncul rasa takut, ragu, malas, egois, hingga putus asa yang melemahkan daya juang kita untuk bertahan dalam niat baik. Dari luar diri, kadang muncul tekanan sosial, budaya instan, persaingan yang tidak sehat, informasi menyesatkan, dan ketidakadilan yang bisa mematahkan semangat kita.
Kedua musuh tersebut saling terkait, dan bisa saja melumpuhkan iman dan harapan kita. Untuk menghadapi keduanya, kita memerlukan keberanian untuk menguasai diri dengan kesadaran batin, kedisiplinan yang konsisten, serta kerendahan hati. Di sisi lain, kita juga dituntut untuk memiliki kebijaksanaan sehingga kritis dalam memilah informasi, keberanian untuk memilih lingkungan yang sehat, serta kekuatan dalam menjalin solidaritas dengan sesama.
Keberanian untuk menghadapi lawan inilah yang diteladankan oleh Yohanes Pembaptis hari ini. Yohanes Pembaptis tidak gentar menghadapi keserakahan yang ada dalam diri Herodes yang telah mengambil Herodias, istri Filipus, menjadi istrinya. Keberanian Yohanes menegur Herodes dan Herodias mengakibatkan kematian bagi dirinya. Secara manusiawi, tentulah Yohanes juga mengalami rasa takut saat menghadapi kematian. Namun, rasa takut itu dikalahkan oleh keteguhan hatinya untuk meluruskan jalan orang yang sesat.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, tidak jarang kita juga harus berhadapan dengan maut karena membela dan mempertahankan kebenaran, baik kebenaran iman maupun tatanan moral yang ada dalam masyarakat kita. Hari ini, keteladanan Yohanes memberi kita kekuatan untuk berani memerangi lawan-lawan kita. Yakinlah bahwa para lawan tidak akan bisa mengalahkan kita, sebab hidup dan mati kita adalah milik Tuhan.
"Tuhan, teguhkan dan kuatkanlah iman kami."
Demikian renungan harian Katolik Jumat, 29 Agustus 2025 dengan bacaannya. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita.
(alk/alk)