Salah Kaprah Warga Identifikasi Uang Asli Atau Palsu Justru Langgar UU

Salah Kaprah Warga Identifikasi Uang Asli Atau Palsu Justru Langgar UU

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 24 Des 2024 06:33 WIB
Pegawai BI Sulsel menemukan uang paslu di Pasar Induk Minasa Maupa, Gowa saat sosialisasi keaslian uang rupiah.
Foto: Pegawai BI Sulsel menemukan uang paslu di Pasar Induk Minasa Maupa, Gowa saat sosialisasi keaslian uang rupiah. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Gowa -

Cara sejumlah warga di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengidentifikasi keaslian uang rupiah dengan dibelah ternyata salah kaprah. Cara itu justru melanggar undang-undang mata uang.

Polemik warga mengecek keaslian uang rupiah dengan cara dibelah cukup banyak beredar di media sosial. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel pun turun tangan menegaskan bahwa metode mengidentifikasi uang asli atau palsu bukan dengan cara dibelah.

"⁠Cara lain untuk mengidentifikasi keaslian uang rupiah tidak dibenarkan untuk dibelah atau disobek dan sejenisnya," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Ricky Satria dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).

Lebih lanjut Ricky menganjurkan metode 3D yang selama ini disarankan oleh pihaknya dalam mengidentifikasi uang rupiah. Metode 3D tersebut antara lain dilihat, diraba, dan diterawang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini (metode dibelah atau disobek) bertentangan dengan UU Mata Uang," kata Ricky.

Sebaliknya, kata Ricky, metode mengidentifikasi uang rupiah dengan cara dibelah justru menyalahi Pasal 25 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara dapat terjerat pidana.

ADVERTISEMENT

"(Bisa) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," katanya.

BI Sulsel Tegaskan Uang Terbelah Asli

Kantor Perwakilan BI Sulsel mengaku telah menerima laporan langsung dari warga soal uang terbelah dua yang diragukan keasliannya. Dia memastikan uang tersebut asli setelah dilakukan pengecekan.

Laporan itu diterima BI Sulsel pada Senin (23/12). BI Sulsel mengatakan uang yang terbelah itu dinyatakan asli setelah pengecekan dengan metode 3D.

"Setelah kita klarifikasi ternyata benar memenuhi ciri-ciri uang rupiah dan memang uang itu dinyatakan asli," ujar Pelaksana Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulsel Muslimin kepada wartawan saat sosialisasi keaslian uang rupiah di Pasar Induk Minasa Maupa, Gowa, Senin (23/12).

Senada dengan Ricky, Muslimin juga menegaskan membelah atau mengelupas uang tidak termasuk metode mengecek keaslian uang rupiah. Dia menekankan cara masyarakat mengecek keaslian uang dengan cara dibelah bukan cara yang benar.

"Sebenarnya membelah uang seperti yang viral di medsos itu adalah cara yang kurang tepat atau tidak benar untuk mengenali keaslian uang rupiah," tegasnya.




(hmw/hsr)

Hide Ads