Maluku Utara

Jeritan Warga 2 Desa di Halbar Tak Nikmati Air Bersih Sejak RI Merdeka

Nurkholis Lamaau - detikSulsel
Rabu, 16 Agu 2023 06:35 WIB
Foto: Suasana Desa Dere di Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. (Nurkholis Lamaau/detikcom)
Halmahera Barat -

Krisis air bersih melanda dua desa di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara. Warga mengaku kondisi ini sudah terjadi turun temurun sebelum Republik Indonesia (RI) merdeka.

"Torang (kami) di Desa Dere dan Todahe ini dari dulu sebelum Indonesia merdeka sudah kesulitan air bersih, jadi sudah lama sekali," ujar warga Desa Dere, Melfin Kaumur (32) kepada detikcom, Senin (14/8/2023).

Melfin mengatakan, selain Desa Dere, kondisi serupa juga dialami warga di Desa Todahe di Kecamatan Sahu, Halmahera Barat. Warga pun kini hanya bisa mengandalkan air hujan sebagai stok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Torang (kami) hanya andalkan air hujan, makanya setiap rumah itu bikin bak penampungan air hujan. Kalau yang tidak ada bak ambil di tetangga," ungkap Melfin.

Dua desa ini terdiri dari 2 RT dengan jumlah penduduk masing-masing 300 jiwa. Melfin menyebut ada sumber air yang terletak di bibir pantai tapi warga mesti menuruni jalur yang terjal dengan jarak kurang lebih 2 kilometer.

"Ada 3 sumur di sini, tapi itu letaknya di pantai. Sedangkan torang (kami) punya desa ini kan posisinya di atas pegunungan, jadi kalau mau ambil air harus turun gunung di pantai. Lumayan (jaraknya) sekitar 1-2 kilometer. Jadi setengah mati karena tebing toh, jadi turun gunung begitu," ujarnya.

Kendati begitu, air dari sumur itu tak bisa dikonsumsi karena rasanya payau akibat lokasinya berada di dekat pantai. Warga hanya memanfaatkan air dari sumur itu untuk mandi, mencuci pakaian, serta peralatan dapur.

Satu-satunya cara warga untuk mendapatkan air bersih selain menunggu hujan ialah membeli. Air bersih dibeli dengan harga yang bervariatif sesuai dengan banyaknya pesanan.

"Kalau musim kemarau begini, warga terpaksa beli di oto (mobil) tangki, harganya Rp 170.000, itu jumlahnya 1.600 liter. Jadi nanti siapa yang mau (air) tinggal pesan, nanti dorang (mereka) antar," ujarnya.

Bantuan Penyulingan Air Terbatas

Melfin mengatakan sebelumnya sudah ada bantuan penyulingan air dari Kementerian Desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sumber airnya dari sumur yang berada di tepi pantai. Namun air tersebut hanya untuk diminum saja sehingga terbatas.

"Dorang (mereka) jual air itu satu galon Rp 6.000, tapi itu untuk minum saja. Kalau kebutuhan sehari-hari pakai air hujan," ujarnya.

Sementara, saat ini suplay air bersih dari PDAM hanya sampai di Desa Taruba. Jarak antara Desa Taruba dengan Desa Dere dan Todahe sekitar 2 kilometer.

"(Jarak dari Desa Taruba ke Dere dan Todahe) sekitar 2 kilometer. Padahal sudah cukup dekat itu kalau PDAM mau kasih sambung pipa ke sini," imbuh Melfin.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...




(asm/hsr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork