Pengamat Kritik Gubernur Sulsel Diam-diam Ganti Sekda: Mesti Beri Penjelasan

Pengamat Kritik Gubernur Sulsel Diam-diam Ganti Sekda: Mesti Beri Penjelasan

Xenos Zulyunico - detikSulsel
Rabu, 30 Nov 2022 20:40 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Foto: Xenos Zulyunico
Makassar -

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma mendesak Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman (ASS) memberikan penjelasan soal alasan di balik usulan pemberhentian Abdul Hayat Gani sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Hal itu disampaikan setelah Kementerian Dalam Negeri mengungkap kebenaran di balik isu pemberhentian atau pergantian Sekda.

"Gubernur mesti memberikan penjelasan bahwa ini alasannya (usul pemberhentian Sekda)," ujar Sukri kepada detikSulsel, Rabu (30/11/2022).

Sukri menilai jika ASS tidak segera memberikan penjelasan terkait alasan di balik usulan pemberhentian Sekda, maka hal ini akan menjadi polemik. Menurutnya masyarakat saat ini dipenuhi dengan spekulasi dan itu menjadi hal yang kontra produktif.


Sukri juga mengatakan jika tidak segera diberi penjelasan, maka dugaan di balik usulan pemberhentian Sekda ke Presiden yang diajukan ASS lebih bersifat pribadi akan semakin kuat.

"Ini yang saya katakan, masyarakat sebaiknya tidak berspekulasi. Karena itu akan menimbulkan hal-hal yang kontra produktif," kata Sukri.

"Tetapi di sisi yang lain di sini lah Gubernur perlu mengkomunikasikan alasannya supaya masyarakat tidak berspekulasi bahwa ini adalah urusan pribadi," sambungnya.

Lebih lanjut Sukri menjelaskan saat ini publik menduga bahwa usul pergantian Sekda oleh ASS dilatarbelakangi oleh komunikasi Gubernur dengan Sekda yang tidak baik sehingga membuat ASS merasa tidak nyaman. Bukan karena alasan-alasan yang bersifat normatif dan didasarkan pada regulasi.

Maka menurut Sukri dugaan-dugaan tersebut hanya dapat diluruskan melalui penjelasan ASS sebagai pengambil keputusan tertinggi di lingkup Pemerintahan Provinsi Sulsel.

"Sehingga kemudian spekulasi atau isu yang dikaitkan dengan (pergantian Sekda dilakukan) diam-diam, kalau diam-diam kan berarti ada yang disembunyikan, kalau ada yang disembunyikan pasti tidak sesuai dan seterusnya (dapat diluruskan)," tukasnya.

Kemendagri sebelumnya membenarkan bahwa ASS telah mengirim surat pengusulan pemberhentian Abdul Hayat Gani dari jabatannya sebagai Sekda Sulsel ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat usulan itu kemudian ditembuskan ke Kemendagri.

"Awalnya itu Pak Gubernur (Andi Sudirman Sulaiman), berkirim surat (pengusulan pemberhentian Sekda Sulsel) langsung kepada Presiden, melalui Sekretaris Kabinet. Nah, Kementerian Dalam Negeri ditembusi, ada tembusan ke Kementerian Dalam Negeri," ujar Kapuspen Kemendagri Benni Irwan kepada detikcom, Rabu (30/11).

Usulan pemberhentian Abdul Hayat oleh Andi Sudirman kemudian ditindaklanjuti oleh Kemendagri. Salah satunya, mengecek mekanisme dan aturan terkait pemberhentian Sekda.

"Setelah diterima di Kementerian Dalam Negeri, tentu dicermati, dipelajari oleh kami di Kementerian Dalam Negeri tentang usulan ini. Kita lihat waktu, apakah sudah boleh dipindah atau belum, dari sisi waktu juga dipertimbangkan karena sudah lebih dari dua tahun," katanya.



Simak Video "Mahasiswa Unhas Tewas Saat Diksar Mapala di Maros"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/nvl)