BNN Resmikan Lab Narkotika Samarinda yang Diklaim Punya Teknologi Tercanggih

Kalimantan Timur

BNN Resmikan Lab Narkotika Samarinda yang Diklaim Punya Teknologi Tercanggih

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Rabu, 09 Nov 2022 22:27 WIB
Kepala BNN RI Komjen Dr. Petrus Reinhard Golose.
Foto: Kepala BNN RI Komjen Dr. Petrus Reinhard Golose. (Muhammad Budi Kurniawan/Kontributor Kaltim)
Samarinda -

Badan Narkotika Nasional (BNN) meresmikan laboratorium baru di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Laboratorium ini diklaim lebih canggih dari yang sudah ada di Jakarta.

"Lebih bagus, lebih baru versinya dari yang ada di pusat (Jakarta), karena peralatannya dari Amerika," kata Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose kepada detikcom, Rabu (9/11/2022).

Peresmian laboratorium itu dilakukan pada Rabu (9/11) dan sudah dapat digunakan dalam mengidentifikasi narkotika. Laboratorium ini dibangun di atas lahan seluas 1289,75 m2 dan berada di Kecamatan Tanah Merah, Samarinda.


"Kenapa kita buat di Samarinda karena untuk meng-cover yang ada di Kalimantan. Walapun posisinya di Samarinda tetapi dalam kontroling mekanisme kerja sama langsung dari BNN RI," terangnya.

Golose menjelaskan laboratorium narkotika di Tanah Merah ini nantinya akan berfokus pada pelaksanaan riset dan prekursor narkotika. Selain itu juga sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Dengan demikian kehadiran laboratorium narkotika Tanah Merah dapat mendeteksi adanya zat baru atau new psychoactive substances (NPS) yang mungkin beredar di wilayah Kalimantan yang berbatasan langsung dengan negara lain," ungkapnya.

Selain itu, laboratorium ini juga digunakan sebagai laboratorium forensik narkotika. Nantinya setiap ungkapan kasus dari penyidik BNN maupun penyidik Polri, dapat langsung diidentifikasi di laboratorium tersebut.

"Nantinya akan dianalisis dan dilihat kandungan sekaligus dilakukan penelitian. Di sini untuk menangani, melayani, kepentingan pengujian narkotika di Kalimantan," ucap Golose.

Dia menyebut saat ini teridentifikasi ada 1.127 narkoba jenis baru atau NPS yang ada di dunia. Sedangkan di Indonesia, dari pemeriksaan laboratorium terdeteksi 91 jenis.

"Sehingga tujuannya sekali lagi untuk melindungi masyarakat Indonesia. Terutama masyarakat Kalimantan Timur dari keterpaparan masalah narkotika," pungkasnya.



Simak Video "Kepala BNN: Saya Tak Akan Pernah Menyetujui Ganja untuk Medis!"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)