Nahas Pendulang Emas di Mimika Tewas Diterjang Banjir Bandang-Longsor

Papua

Nahas Pendulang Emas di Mimika Tewas Diterjang Banjir Bandang-Longsor

Tim detikcom - detikSulsel
Sabtu, 29 Okt 2022 08:00 WIB
Kendaraan yang melintas di kali kabur mile 69 Tembagapura dikawal polisi.
Kendaraan yang melintas di Kali Kabur Mile 69 Tembagapura dijaga ketat polisi (Istimewa)
Mimika -

Dua orang warga di Mimika, Papua bernama Gulaga Walker dan Nus Walker bernasib nahas. Keduanya tewas akibat banjir bandang disusul longsor saat mendulang emas di wilayah distrik Tembagapura.

"Dilaporkan ada 2 orang meninggal dunia atas nama Gulaga Waker dan Nus Waker," ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra kepada detikcom, Jumat (28/10/2022).

Insiden ini terjadi pada Kamis (27/10/2022) di area MP 69. Area ini merupakan aliran kali tempat warga melakukan pendulangan sisa-sisa tambang operasi PT Freeport Indonesia secara tradisional. Area ini dilanda banjir bandang yang berawal dari wilayah Grasberg yang turun melalui aliran Kali Kabur hingga ke area MP 69.


Sekitar pukul 21.45 WIT, di lokasi yang sama terjadi longsor usai diterjang banjir bandang. Akibatnya dua warga yang diduga pendulang emas meninggal dunia.

"Ya kejadiannya di area Kali Kabur Kepala Air Mile 69 Distrik Tembagapura," bebernya.

Lokasi longsor tersebut menurut I Gede merupakan daerah yang susah dijangkau. Sehingga laporan yang diterima dari personel yang turun di lapangan masih sangat terbatas.

"Informasinya kedua korban telah dimakamkan di daerah Kali Kabur," terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Tembagapura AKP Ahmad Dahlan yang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan pihaknya belum bisa menuju lokasi kejadian. Ini lantaran lokasi tersebut sangat rawan dari gangguan kelompok kriminal.

"Jadi kita hanya terima berita telepon, masyarakat menyampaikan ada korban dua orang. Mereka menyampaikan ke kami, mereka langsung makamkan di sana," kata AKP Ahmad.

"Kami tahunya tadi pagi. Lokasinya merah, susah buat kita masuk," imbuhnya.

Sehingga Polsek Tembagapura masih menunggu informasi lanjutan dari masyarakat dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait maupun para tokoh masyarakat setempat.

"Wilayah kejadian tergolong daerah merah, daerah yang tidak sembarangan dimasuki, ditambah lagi medan atau kondisi geografisnya sangat sulit untuk dijangkau,"tukasnya.



Simak Video "Dari Tembagapura untuk Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)