Kata Pengacara soal Isi Catatan Buku Hitam yang Selalu Ferdy Sambo Bawa

Berita Nasional

Kata Pengacara soal Isi Catatan Buku Hitam yang Selalu Ferdy Sambo Bawa

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 21 Okt 2022 09:30 WIB
Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Ferdy Sambo. Hal itu disampaikan dalam sidang di PN Jaksel.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pengacara Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang mengatakan buku hitam yang selalu dibawa kliennya merupakan catatan pribadi yang berisi catatan penting. Menurutnya buku hitam tersebut sudah ada sejak Sambo menjadi Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

"Kalau ada kebutuhan bahwa beliau harus menyampaikan informasi, catatan apapun yang dianggap penting untuk melakukan perbaikan tersebut. Selagi beliau bisa memberikannya dan ada akses untuk itu, beliau bersedia untuk melakukannya," kata Rasamala kepada wartawan seperti dikutip dari detikNews, Kamis (20/10/2022).

Rasamala menuturkan catatan dalam buku hitam tersebut terkait kegiatan Ferdy Sambo sejak menjadi Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri hingga Kepala Divisi Propam Polri.


"Saya beberapa kali ketemu beliau, buku hitam itu selalu dibawa. Pak Sambo punya pengalaman cukup panjang. Beliau pernah menjadi Kasubdit 3 Dittipidum Bareskrim, Dirtipidum Bareskrim sampai Kadiv Propam," ungkapnya.

Namun Rasamala mengaku tidak tahu secara spesifik isi buku hitam tersebut. Tapi dia yakin bahwa ada informasi penting di dalam buku tersebut dan bisa saja disampaikan Ferdy Sambo.

"Saya pikir beliau terlepas dari persoalan pidana yang dihadapi, beliau ada kecintaan terhadap institusinya di kepolisian. Saya pikir itu disampaikan beberapa kali oleh beliau," ujar Rasamala.

Buku Hitam Ferdy Sambo Sejak Sidang Etik

Ferdy Sambo terlihat membawa buku hitam saat menjalani sidang kode etik hingga kasus yang dijalani dilimpahkan ke jaksa. Buku tersebut merupakan buku catatan Ferdy Sambo.

"Itu buku catatan pak Sambo," kata pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis, Selasa (11/10).

Saat itu, Arman Hanis mengaku tidak tahu apa isi buku catatan ferdy Sambo tersebut.

"Isinya saya nggak tahu pastinya," imbuhnya.

Arman mengaku lebih berfokus memperhatikan hal-hal yang substantif terkait perkara pembunuhan Brigadir Yosua dan perkara merintangi penyidikan kematian Brigadir Yosua. Dia lalu mengungkapkan hingga kini tim penasihat hukum masih menunggu berkas perkara dari pihak jaksa.

"Tapi kami fokus ke substansi perkara saat ini. Apalagi sampai hari ini berkas perkara belum diberikan jaksa. Semoga sesuai KUHAP, jaksa akan memberikan bersamaan dengan pelimpahan ke pengadilan," sambung dia.



Simak Video "Tawa Kuat Ma'ruf Sirna Saat Dituntut 8 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/tau)