Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dengan Hari Lahir Pancasila

Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dengan Hari Lahir Pancasila

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 15:19 WIB
Simbol Pancasila
Foto: Rengga Sancaya
Makassar -

Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dengan Hari Lahir Pancasila perlu diketahui karena keduanya memiliki sejarah dan maknanya masing-masing. Selama ini mungkin masih ada yang beranggapan bahwa kedua hari besar tersebut sama, karena itu perlu dipahami perbedaan keduanya.

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober, sementara Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Kedua hari peringatan tersebut merujuk pada peristiwa penting yang berbeda dalam sejarah bangsa Indonesia.

Tanggal 1 Juni yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila berkaitan dengan sejarah perumusan dasar negara Republik Indonesia, yaitu momen sidang BPUPKI yang melahirkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.


Sementara itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober berkaitan dengan peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI.

Simak sejarah lengkap Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila berikut ini:

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1995. Peristiwa pemberontakan itu dikenal dengan sebutan G30S PKI.

Mengutip dari buku Kegagalan Kudeta G 30 S PKI karya M.Fuad Nasar, peristiwa G30S PKI merupakan upaya pemberontakan untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Soekarno saat itu. Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis 30 September 1965 malam hingga Jumat 1 Oktober dini hari.

Saat itu, sejumlah prajurit TNI yang merupakan binaan PKI melakukan aksi penculikan dan pembantaian secara sadis terhadap para jenderal pimpinan TNI Angkatan Darat. Enam jenderal pimpinan Angkatan Darat dan seorang perwira pertama gugur dalam peristiwa tersebut.

Enam jenderal perwira tinggi yang menjadi korban G30S PKI antara lain Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, dan Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan.

Pemerintah kemudian memberikan gelar kepada mereka sebagai Pahlawan Revolusi, yang gugur karena telah melindungi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Untuk mengenang momen tersebut, maka tanggal 1 Oktober diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Mengutip dari laman resmi Kementerian Keuangan RI, tanggal 1 Juni yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen saat Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) berupaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia. Saat itu, BPUPKI menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945.

Dalam sidang pertama yang digelar, anggota BPUPKI yang hadir dalam sidang tersebut berdiskusi untuk membahas dasar-dasar Indonesia Merdeka.

Kemudian, dalam sidang kedua BPUPKI yang digelar pada tanggal 1 Juni 1945, menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia melalui sebuah pidato. Dalam pidato tersebut, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka yang dinamai "Pancasila", panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Pidato tersebut pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul. Pidato itu kemudian mendapat sebutan pidato "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

Momen itulah yang menjadi dasar sehingga tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila.



Simak Video "Riuh Klakson Saat Penutupan Jalan di Depan Monumen Pancasila Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/alk)