Suporter Bola di Bone Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan

Suporter Bola di Bone Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan

Agung Pramono - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 21:54 WIB
Aksi solidaritas suporter bola di Bone atas Tragedi Kanjuruhan.
Foto: Aksi solidaritas suporter bola di Bone atas Tragedi Kanjuruhan. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Aliansi penggiat sepak bola dan suporter PSM di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar aksi solidaritas atas Tragedi Kanjuruhan, Malang. Aksi itu dilakukan dengan menyalakan 1.000 lilin dan mengirimkan doa atas insiden yang menelan korban jiwa 125 orang.

Kegiatan itu dilakukan di Lapangan Merdeka, Watampone pada Senin (3/10) sekitar pukul 20.30 Wita. Mereka berasal dari kelompok suporter bola, Afkab Bone, The Macz Man Zona Bone, dan Red Gank Zona Bone.

"Kita harus menjaga persaudaraan. Kita yang ada di Indonesia adalah anak bangsa, baik itu dari penonton, pemain, pelatih, manajemen, bahkan dari aparat," kata Koordinator Aksi Solidaritas dan Doa Bersama Penggiat Bola Kabupaten Bone, Asnal kepada detikSulsel Senin (3/10/2022).


Asnal menyebut, Tragedi Kanjuruhan Malang akan menjadi catatan kelam dalam sejarah sepak bola dunia. Kejadian ini tidak lagi terulang di mana pun itu.

"Atas kejadian ini, kita harus saling menguatkan tanpa saling menyalahkan. Tetap jaga sportivitas karena nyawa di atas segalanya," jelasnya.

Aksi solidaritas berlangsung pegiat dan suporter bola di Bone ini berlangsung hingga sekitar pukul 21.10 Wita. Kegiatan ditutup dengan menggelar doa bersama.

"Ini harus menjadi yang terakhir untuk sepak bola menelan korban nyawa suporter. Tidak boleh lagi ada nyawa melayang karena fanatisme sepak bola," sambung Asnal.

Diketahui, Tragedi Kanjuruhan terjadi saat Arema FC kalah atas tamunya Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada Sabtu (1/10) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tidak terima dengan kekalahan tim kesayangan, suporter Aremania turun ke lapangan usai laga.

Tidak berselang lama, bentrokan antara suporter dan aparat kepolisian terjadi. Situasi yang semakin tidak kondusif membuat aparat menembakkan gas air mata hingga suporter yang berjubel di dalam stadion berdesakan mencari jalan keluar.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)